Loading
Rena Husada, Development Project Director Kagum Hotels. (mensobsession.com)
SAAT diserahkan tanggung jawab sebagai Development Project Director Kagum Hotels. Usianya masih 22 tahun. Dia bisa sukses menjalankan tugas dengan baik. Salah satu kunci suksesnya dalam memimpin perusahaan adalah menghindari gaya kepemimpinan yang suka memerintah atau membentak (Bossy).
Sepintas melihat penampilannya tentu orang tidak akan menyangka bahwa perempuan muda dan polos ini menduduki posisi penting dalam Kagum Hotels. Sebuah grup bisnis perhotelan yang tengah bersinar dan ekspansif. Berbincang sebentar saja suasana akan langsung terasa cair. Bicaranya ceplas-ceplos. Sesekali ditingkahi canda dan tawa.
Rena ditemui di kantor Kagum Group yang terletak di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di ruangan kerjanya yang cukup lapang dan sejuk, kami berbicang seputar bisnis dan karier.
Tiba-tiab seorang baby sitter mamasuki ruangan. Dia menggendong anak Rena. Lucu dan menggemaskan. “Ini anakku Arderich Darmala Prawiso. Usianya 1,5 tahun. Sambil kerja aku suka bawa dia ke kantor,” ujarnya.
Bagi Anda yang kerap menghabiskan akhir pekan di Bandung, tentu sangat familiar dengan outlet-outlet jins yang ada di Jalan Cihampelas. Sampai hari ini, outlet itu masih menjadi primadona di kalangan pecinta fashion.
Outlet-outlet jins itu awalnya dimotori oleh keluarga Husada. Sebagian besar outlet tersebut dimiliki oleh keluarga ini sampai sekarang.
Tatkala krisis moneter tahun 1998 melanda negeri, Henry Husada, ayah Rena, mulai terjun ke bisnis perhotelan. Dalam waktu beberapa tahun Kagum Group sudah mendirikan puluhan hotel. Rena belajar mengenai perjuangan hidup, kerja keras, pengorbanan, hingga cara mengelola bisnis perhotelan dari sang ayah.
“Sejak masih belia saya sudah diajarkan untuk hidup disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab. Saat itu saya juga mulai diperkenalkan Ayah dengan bisnis fashion,” ungkapnya.
Perempuan kelahiran Bandung, 23 Agustus 1988, ini mulai terjun di dunia kerja pada tahun 2010. Saat itu, ia baru saja meraih gelar Master Administrasi Bisnis dari University of Newcastle, Singapura. Dia bekerja sebagai tenaga akunting di perusahaan milik ayahnya, Kagum Hotels. Sang ayah juga menyerahkan tanggung jawab untuk mengelola keuangan perusahaan. “Kenapa di bagian keuangan karena jantungnya perusahaan ada di bagian finance,” jelasnya.
Ibu satu anak ini memilih untuk berkarier di perusahaan milik orang tua dibandingkan di perusahaan lain. Dia merasa bahwa sebagai anak harus punya tanggung jawab untuk membangun dan mengelola bisnis milik orang tua.
“Kenapa tertarik di bisnis ini karena sebagai anak saya punya tanggung jawab untuk mengelola bisnis orang tua. Apalagi bisnis hotel ini dibangun dari nol. Pernah saya ditawarin kerja di beberapa perusahaan di Singapura. Tapi, saya tolak dan akhrinya kembali ke Indonesia,” jelasnya.
Meski baru dua tahun memimpin, Rena sudah banyak melakukan terobosan. Keberaniannya dalam mengembangkan hotel patut diacungi jempol. Dia sering berdebat dengan sang ayah untuk membangun hotel di luar Bandung. Termasuk memutuskan tidak sekadar membangun hotel sendiri, melainkan juga me-manage hotel lain.
“Memang hotel awalnya berdiri di Bandung. Saya ingin hotel bisa berkembang dan tidak hanya ada di Bandung,” jelasnya.
Dari prestasinya mengembangkan hotel, pada tahun 2012 sulung dari 4 bersaudara ini dipercaya menduduki posisi sebagai Development Project Director Kagum Hotels. Di bawah kepemimpinannya Kagum Hotels berkembang sangat cepat.
Grup hotel brand lokal ini telah membangun dan mengoperasikan puluhan hotel bintang 3 dan 4 beberapa daerah seperti: Bandung, Bali, Yogyakarta, hingga Cirebon.“Brand yang kita pakai ada Golden Flower, Serela, Banana Inn, Gino Feruci, Grand Seriti Madani. Saat ini ada 2000 karyawan yang ada dalam kepemimpinan saya,” ujarnya.
Meski berstatus sebagai seorang pemimpin muda dan anak dari pendiri Kagum Group, bukan berarti jalannya mulus dalam memimpin perusahaan. Saat baru memimpin perusahaan beberapa karyawan senior sempat menyangsikan.
Bukannya menjaga jarak dengan karyawan yang menyangsikannya, perempuan yang hobi travelling ini malah merangkul dan terus menjalin komunikasi. Dia tidak pernah sungkan untuk bertanya dan berdiskusi dengan karyawan yang lebih senior.
“Itu challenge untuk saya. Wajar kalau ada karyawan yang menilai saya dengan penuh keraguan. Apalagi saya baru lulus kuliah dan langsung kerja di perusahaan. Tapi semua itu bisa saya bisa saya buktikan dengan hasil kerja yang baik serta membawa perusahan lebih maju dan berkembang,” jelasnya.
Rena yang penuh semangat dan percaya diri selalu menghindari sikap bossy dalam berinteraksi dengan karyawan. Dia selalu memperlakukan karyawan sebagai seorang teman. Teman yang selalu mendengarkan keluah kesah dan memberikan solusi.
“Saya memposisikan diri bukan sebagai anak bos. Saya juga kerja di sini. Buat saya ini bukan perusahaan saya, tapi milik bersama. Sama seperti Papa, beliau juga seperti itu. Selalu merangkul semua orang karena berpikir bahwa kita enggak mungkin bisa melakukan segala sesuatu sendiri. Kerja tim itu penting,” ungkapnya.
Aktif dalam Kegiatan Sosial
Di luar pekerjaannya Rena aktif dalam kegiatan sosial. Setiap kali ada bencana atau mendapat informasi bahwa di suatu tempat membutuhkan bantuan, dia akan langsung turun tangan mengurus bantuan. Beberapa waktu lalu, ia terjun langsung ke lokasi bencana alam banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Tiba di lokasi bencana perempuan yang hobi bermain piano dan harpa ini langsung memberikan bantuan berupa selimut, matras, pakaian, obat-obatan, beras, alat-alat kebersihan, makanan, dan bahan-bahan bangunan, seperti semen dan pipa.
“Ini merupakan wujud nyata menjalankan visi perusahaan untuk kegiatan corporate social responsibility, yang dalam hal ini disebut sebagai Kagum Social Responsibility (KSR),” jelasnya.
Kegiatan KSR merupakan bentuk kontribusi nyata yang selama ini fokus dalam pengembangan komunitas lokal, pemberdayaan masyarakat, baik pendidikan maupun kesehatan, lingkungan hidup, termasuk juga para karyawan.
“Tentu saja kami juga harus tanggap terhadap musibah seperti bencana alam dan musibah besar lain yang terjadi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dalam membantu menciptakan lapangan pekerjaan bagi generasi muda, Kagum Group mendirikan Kagum School di Bandung, Jawa Barat. Para siswa yang lulus akan disalurkan sebagai tenaga kerja di hotel-hotel milik Kagum Group.
“Sekolah ini setingkat SMK. Para murid yang lulus memiliki kesempatan untuk berkarier di grup kami,” jelasnya. (Jack Gobang) Tips sukses berkarier dari Rena:·Tetapkan tujuan dan target yang ingin dicapai dalam bekerja·Bekerjalah dalam tim. Tim membantu meringankan beban pekerjaan kita·Sense of belonging terhadap pekerjaan juga sangat penting agar meningkatkan produktivitas dan semangat kerja