Arsip foto - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026). ANTARA/Maria Cicilia Galuh/aa.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Nanik S Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan tersebut diambil karena kondisi kesehatan yang mengharuskannya menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Kabar pengunduran diri itu dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Dirgayuza.
Meski hanya sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Dirgayuza menilai Nanik telah meletakkan fondasi penting bagi reformasi lembaga yang bertanggung jawab menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selama masa kepemimpinannya, Nanik melakukan evaluasi terhadap hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia juga mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu serta menghentikan ekspansi dapur di wilayah yang dinilai sudah jenuh.
Tak hanya itu, BGN di bawah kepemimpinan Nanik menemukan 414 SPPG bermasalah. Temuan tersebut disebut berhasil menyelamatkan ratusan miliar rupiah sehingga dana dapat kembali ke kas negara.
Langkah reformasi lainnya meliputi pembentukan 11 tim reformasi, pemfokusan Program Makan Bergizi Gratis kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, serta menghadirkan tenaga profesional dari berbagai kementerian dan lembaga untuk memperkuat tata kelola BGN.
Baca juga:
DPR Apresiasi Pergantian Pimpinan BGN, Harap Layanan Gizi dan Program Daerah 3T Makin OptimalDalam unggahan di media sosial pribadinya, Nanik menjelaskan bahwa keputusan mundur diambil agar dirinya dapat berkonsentrasi menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya. Presiden prihatin dan kasihan dengan saya. Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," ungkap Nanik dikutip Antara.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto juga membuka peluang membentuk Dewan Pengawas BGN dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Nanik menyebut dirinya berpeluang dipercaya menjadi ketua dewan pengawas tersebut.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Saya akan terus berjuang dan mendukung Presiden Prabowo dalam upaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia," tutupnya.