Demo Masak Lelecious, Nara Kupu Village Sawangan Dorong UMKM Olah Lele Lokal


  • Minggu, 21 Desember 2025 | 14:40
  • | News
 Demo Masak Lelecious, Nara Kupu Village Sawangan Dorong UMKM Olah Lele Lokal Chef Agis Hidayat selaku pelaksana kegiatan, peserta diajak mempraktikkan cara mengolah lele menjadi sajian sederhana namun bernilai jual. (Foto: Dok. NKV Sawangan)

SAWANGAN, DEPOK, ARAHKITA.COM - Aroma masakan berbahan lele menyambut akhir pekan, Sabtu - Minggu (20-21/12/2025)  di Nara Kupu Village. Selama dua hari, kawasan agrowisata di Sawangan, Depok ini menjadi ruang belajar bersama lewat kegiatan Demo Masak Lelecious—sebuah agenda yang memadukan edukasi kuliner, pemberdayaan UMKM, dan penguatan pangan lokal berbasis hasil panen sendiri.

Yang istimewa, lele yang diolah berasal langsung dari Perikanan Nara Kupu Village (NKV). Kesegaran bahan baku ini bukan sekadar soal rasa, tetapi juga memperlihatkan praktik rantai pangan pendek: dari kolam ke dapur, lalu ke peluang usaha.

Ruang Belajar yang Aplikatif dan Menyenangkan

Kegiatan demo masak ini melibatkan pelaku UMKM serta Kelompok Wanita Tani (KWT) Sawangan, Depok. Dengan pendampingan Chef Agis Hidayat selaku pelaksana kegiatan, peserta diajak mempraktikkan cara mengolah lele menjadi sajian sederhana namun bernilai jual —mulai dari teknik dasar, pemilihan bumbu, hingga penyajian yang menarik.

Field Manager Nara Kupu Village, Yosep Permana, menegaskan bahwa Lelecious merupakan bagian dari komitmen Nara dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha pangan lokal.

“Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang aplikatif, menyenangkan, dan berdampak langsung. Peserta tidak hanya mendapat pengalaman, tetapi juga bekal nyata untuk mengembangkan usaha pangan yang sehat dan berbasis lokal,” ujarnya.

Ilmu Baru, Nilai Jual Baru

Antusiasme peserta terasa sejak sesi awal. Anggie, salah satu pelaku UMKM, mengaku kegiatan ini memberinya perspektif baru.

“Demo masak ini sangat bermanfaat. Kami belajar mengolah makanan yang sederhana tapi punya nilai jual. Suasananya hangat, ilmunya aplikatif, dan semoga bisa rutin dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Hikmah, perwakilan KWT Sawangan, tak ragu memberi apresiasi pada hasil masakan. “Sambalnya enak dan benar-benar delicious,” ucapnya sambil tersenyum.

Dari Dapur ke Pemberdayaan

Lebih dari sekadar demo memasak, Lelecious menunjukkan peran Nara Kupu Village Sawangan sebagai ekosistem pembelajaran—menghubungkan pertanian, perikanan, kuliner, dan UMKM dalam satu ruang kolaboratif. Harapannya, kegiatan semacam ini mampu memperkuat kemandirian pangan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Nara Kupu Village: Ruang Tumbuh Berbasis Alam

Lebih dari lokasi acara, Nara Kupu Village Sawangan dikenal sebagai desa edukasi dan agrowisata yang mengusung konsep keberlanjutan. Di kawasan ini, pengunjung bisa melihat langsung praktik pertanian, perikanan, hingga pengolahan pangan lokal dalam satu ekosistem.

Nara Kupu Village bukan hanya tempat wisata, tetapi juga ruang bertumbuh bagi masyarakat sekitar—khususnya UMKM dan KWT—agar lebih percaya diri mengolah potensi lokal menjadi sumber penghidupan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru