Update BNPB: Jumlah Korban Meninggal Bencana Sumatera Bertambah Jadi 1.177 Orang


  • Minggu, 04 Januari 2026 | 18:20
  • | News
 Update BNPB: Jumlah Korban Meninggal Bencana Sumatera Bertambah Jadi 1.177 Orang Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers terkait update penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di Jakarta pada Jumat (2/1/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari/pri.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatera mencapai 1.177 orang hingga 4 Januari 2026.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan rekapitulasi sehari sebelumnya.

“Pada rekap data terakhir yang ditutup pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal tercatat 1.167 jiwa. Hari ini bertambah 10 orang, sehingga totalnya menjadi 1.177 jiwa,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (4/1/2026).

Tambahan korban jiwa tersebut berasal dari Aceh Utara sebanyak tiga orang, Tapanuli Selatan lima orang, serta Sumatera Barat dua orang.

Selain itu, tim gabungan di lapangan juga melakukan pembaruan data terhadap laporan orang hilang. Sejumlah nama yang sebelumnya tercatat hilang berhasil ditemukan atau dikoreksi berdasarkan laporan desa, kecamatan, dan keluarga.

“Jumlah orang yang masih dalam daftar pencarian saat ini sebanyak 148 jiwa, berkurang 17 nama dari pendataan sebelumnya,” kata Abdul.

BNPB juga mencatat jumlah pengungsi akibat bencana di berbagai daerah di Sumatera kini mencapai 242.174 jiwa. Para pengungsi tersebar di sejumlah titik evakuasi dan hunian sementara yang masih membutuhkan dukungan logistik dan layanan dasar.

Terkait status kebencanaan, beberapa daerah memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat. Di Provinsi Aceh, terdapat 10 daerah yang memperpanjang status tanggap darurat, sementara delapan daerah lainnya telah memasuki fase transisi darurat.

Di Sumatera Utara, seluruh kabupaten dan kota saat ini telah beralih ke status transisi darurat. Dua daerah yang sebelumnya berstatus tanggap darurat tidak lagi memperpanjang masa tersebut.

Sementara itu, di Sumatera Barat, Kabupaten Agam masih memperpanjang status tanggap darurat. Hal ini dilakukan karena dalam beberapa hari terakhir masih terdeteksi potensi longsor susulan, terutama akibat rekahan tanah yang berisiko memicu longsor saat hujan deras berkepanjangan.

“Upaya pemantauan dan mitigasi terus kami lakukan untuk meminimalkan potensi longsor susulan, khususnya di Kabupaten Agam,” tegas Abdul Muhari dikutip Antara.

BNPB memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan tim lapangan tetap berjalan, terutama dalam penanganan pengungsi, percepatan transisi darurat, serta penguatan langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana lanjutan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru