Memasuki awal 2026, kondisi global dinilai berada dalam fase penuh tekanan. (Pixabay)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Memasuki awal 2026, kondisi global dinilai berada dalam fase penuh tekanan. Pada periode Januari hingga Februari, dinamika dunia menunjukkan peningkatan ketegangan yang ditandai oleh lonjakan migrasi penduduk, naiknya biaya hidup, serta menguatnya isu identitas budaya di berbagai kawasan.
Berikut analisa kondisi global berdasarkan ilmu BaZi yang dikemukakan langsung oleh konsultan BaZi Yorita Laksmi.
Ekonomi
Baca juga:
Presiden Prabowo Bagikan Momen Hangat Keluarga Jelang Lebaran, Ada Titiek Soeharto dan DiditSituasi geopolitik di wilayah Barat dilaporkan semakin memanas seiring konflik yang belum mereda. Ketegangan ini turut berdampak pada stabilitas ekonomi dan keuangan global. Pasar logam mulia diperkirakan mengalami fluktuasi yang sangat cepat, dengan potensi penurunan harga yang cukup tajam mulai Februari, seiring perubahan sentimen pasar dan kebijakan ekonomi global.
Dari sisi ekonomi dan pasar keuangan, periode April hingga Mei dinilai relatif lebih kondusif untuk merealisasikan keuntungan investasi, baik di sektor saham maupun aset kripto, meski tetap disarankan melakukan kajian dan konsultasi dengan pakar. Pada Juni hingga Juli, dunia diperkirakan kembali memasuki fase perang dagang, bersamaan dengan pengenalan sistem perdagangan baru yang membuat pasar global berada dalam posisi menunggu.
Baca juga:
Dari Inflasi hingga Gejolak Sosial, Ini Tantangan Indonesia di Tengah Ketidakpastian GlobalPada periode yang sama, diperkirakan muncul sosok pemimpin dunia laki-laki yang membawa pendekatan atau gagasan baru dalam merespons krisis global. Memasuki Agustus hingga September, pasar kripto dan saham dinilai kembali berada dalam fase yang relatif positif, meski volatilitas tetap tinggi.
Kesehatan
Di sektor kesehatan, perhatian dunia diperkirakan tertuju pada meningkatnya kasus penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan, mata, dan jantung. Jika eskalasi terus berlanjut, sejumlah wilayah berpotensi menerapkan pembatasan aktivitas secara terbatas mulai triwulan kedua 2026, bersamaan dengan munculnya vaksin atau metode penanganan baru.
Pada saat yang sama, isu kesehatan mental diprediksi semakin menonjol, seiring meningkatnya tingkat stres global. Penyakit autoimun juga disebut berpotensi menjadi perhatian baru dalam kesehatan masyarakat.
Teknologi
Tekanan juga muncul dari sektor keuangan dan teknologi. Maraknya penipuan digital dan pencurian dana dari bank maupun lembaga keuangan menambah kekhawatiran terhadap stabilitas sistem keuangan. Sejumlah analis bahkan menyoroti potensi gangguan besar pada sistem digital global pada Februari hingga Maret akibat tingginya ketergantungan terhadap infrastruktur teknologi.
Di triwulan kedua dan keempat, berbagai temuan dan sistem baru diperkirakan diperkenalkan untuk mendukung kehidupan manusia. Kemungkinan temuan besar terkait sains dan teknologi yang memicu perhatian dunia. Pada fase ini pula, Amerika Serikat dan China diperkirakan menjadi sorotan akibat tekanan pada sistem ekonomi masing-masing, termasuk kemungkinan pelepasan cadangan emas yang berpotensi menekan harga logam mulia global.
Bencana Alam
Memasuki triwulan kedua 2026, risiko bencana alam berskala besar diperkirakan meningkat dan berpotensi menimbulkan korban jiwa serta kerugian material. Bencana alam diproyeksikan masih terjadi di berbagai wilayah dunia sepanjang tahun.
Di kawasan Barat, perhatian internasional juga tertuju pada kondisi sebuah kerajaan yang menghadapi persoalan internal monarki serta isu kesehatan raja. Situasi ini diperkirakan memicu sorotan global dan berpotensi menjadi awal melemahnya sistem kerajaan tersebut. Selain itu, masalah kesehatan pemimpin di sejumlah negara Asia Barat dan Asia Tenggara diperkirakan menjadi perhatian dunia.
Kejatuhan Monarki
Perubahan besar juga diperkirakan terjadi pada struktur pemerintahan di sejumlah negara, termasuk runtuhnya monarki, pemilu ulang, penyatuan dua negara, hingga lahirnya wilayah baru sebagai entitas mandiri, khususnya pada Februari hingga Maret. Di Eropa Timur, kemungkinan perubahan kepemimpinan di Rusia disebut dapat mengubah stabilitas kawasan secara signifikan.
Poin-poin Besar Kondisi Global