Selasa, 27 Januari 2026

Banjir Jakarta Belum Surut, 19 RT Masih Tergenang  


  • Minggu, 25 Januari 2026 | 07:30
  • | News
 Banjir Jakarta Belum Surut, 19 RT Masih Tergenang    Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat mengevakuasi warga yang terdampak banjir menggunakan kendaraan amfibi di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta, Sabtu (24/1/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz.

JAKARTA, ARAHKITA.COM  – Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Jakarta hingga Minggu pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 19 RT dan satu ruas jalan masih tergenang air akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Kamis (22/1/2026).

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan genangan di sejumlah titik. 

“Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis menyebabkan terjadinya genangan di beberapa wilayah,” ujar Yohan, Minggu (25/1/2026) seperti dikutip dari Antara.

Di Jakarta Barat, BPBD mencatat genangan terjadi di tiga RT. Satu RT di Kelurahan Kembangan Selatan terendam air setinggi sekitar 35 sentimeter, sementara dua RT di Kembangan Utara terdampak banjir dengan ketinggian 30 hingga 40 sentimeter.

Sementara itu di Jakarta Timur, terdapat 15 RT yang masih tergenang. Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Bidara Cina dengan ketinggian air mencapai 85 hingga 140 sentimeter, Kampung Melayu sekitar 110 sentimeter, serta Cawang dan Cililitan dengan ketinggian rata-rata 20 sentimeter.

Untuk wilayah Jakarta Utara, genangan masih terjadi di satu RT di Kelurahan Kapuk Muara dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter. Selain permukiman warga, banjir juga merendam Jalan Kembangan Raya di Kembangan Selatan, Jakarta Barat, dengan ketinggian air mencapai 35 sentimeter.

BPBD DKI Jakarta juga mencatat ratusan warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian yang tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Lokasi pengungsian memanfaatkan fasilitas umum seperti masjid, mushola, sekolah, balai warga, hingga aula kelurahan.

Menurut Yohan, BPBD bersama dinas terkait terus melakukan penanganan di lapangan.

“Kami mengerahkan personel untuk memantau genangan dan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, serta Gulkarmat untuk melakukan penyedotan dan memastikan saluran air berfungsi optimal,” jelasnya.

 Selain itu, BPBD juga bekerja sama dengan camat dan lurah setempat untuk menyalurkan kebutuhan dasar bagi para penyintas banjir.

 “Genangan ditargetkan dapat surut secepatnya. Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi banjir susulan,” tambah Yohan.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru