Kamis, 17 September 2026

Jaksel Rawan Banjir, Ini Daftar Kecamatan Paling Terdampak


  • Kamis, 12 Februari 2026 | 14:30
  • | News
 Jaksel Rawan Banjir, Ini Daftar Kecamatan Paling Terdampak Suasana banjir di kawasan Jalan Pondok Karya Komplek RW 04, Pela Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jakarta Selatan mencatat sebanyak 96 kelurahan di wilayah tersebut terdampak banjir sejak 2024. Data ini menjadi sinyal kuat perlunya evaluasi sistem mitigasi dan tata kelola drainase perkotaan.

Kepala BPS Kota Jakarta Selatan, Akhmad Fikri, mengatakan angka tersebut diperoleh dari hasil pendataan Potensi Desa (Podes).

“Kami mencatat sebanyak 96 desa/kelurahan di Jakarta Selatan terdampak bencana banjir,” ujar Fikri di Jakarta, Kamis (12/2/2026)

Wilayah Rawan Banjir di Jaksel

Berdasarkan data Podes, beberapa kecamatan dengan jumlah kelurahan terdampak banjir terbanyak antara lain:

Pasar Minggu

Kebayoran Lama

Mampang Prapatan

Jagakarsa

Pancoran

Peningkatan jumlah kelurahan terdampak banjir pada 2024 dibanding tahun-tahun sebelumnya dipengaruhi oleh curah hujan tinggi dan persoalan drainase di sejumlah titik.

“Data bencana alam ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam memperkuat mitigasi bencana dan perencanaan pembangunan wilayah perkotaan,” kata Fikri.

Tren Banjir Jakarta 2020–2025

Mengacu pada data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, frekuensi kejadian banjir dalam lima tahun terakhir (2020–2025) menunjukkan tren fluktuatif dengan total sekitar 498 kejadian.

Bulan dengan frekuensi tertinggi banjir terjadi pada:

Januari (63 kali)

Februari (63 kali)

Mei (63 kali)

Juni (63 kali)

Desember (64 kali)

Sementara bulan dengan kejadian terendah adalah:

September (30 kali)

Agustus (35 kali)

Juli dan Oktober (masing-masing 43 kali)

Data Banjir 2025 dan Awal 2026

Sepanjang 2025, BPBD DKI Jakarta mencatat 219 kejadian banjir di seluruh wilayah ibu kota. Rinciannya sebagai berikut:

Jakarta Utara: 73 kejadian

Jakarta Selatan: 46 kejadian

Jakarta Barat: 45 kejadian

Jakarta Timur: 41 kejadian

Jakarta Pusat: 7 kejadian

Kepulauan Seribu: 7 kejadian

Sementara pada Januari 2026, Jakarta Timur menjadi wilayah dengan frekuensi banjir tertinggi yakni delapan kejadian. Disusul Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan masing-masing tujuh kejadian.

Jakarta Pusat mencatat empat kejadian, sedangkan Kepulauan Seribu menjadi wilayah dengan kejadian terendah, yakni satu kali banjir.

Pentingnya Mitigasi dan Perencanaan Kota

Data BPS dan BPBD ini memperlihatkan bahwa persoalan banjir masih menjadi tantangan serius bagi Jakarta, khususnya Jakarta Selatan. Selain faktor cuaca ekstrem, perencanaan tata ruang, kapasitas drainase, serta pengelolaan daerah resapan air menjadi aspek penting yang perlu diperkuat.

Evaluasi berbasis data dinilai krusial agar kebijakan penanganan banjir tidak bersifat reaktif, melainkan preventif dan berkelanjutan.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru