Kamis, 05 Februari 2026

Banjir Rendam 39 RT di Petogogan Jaksel, Ketinggian Air Capai 30 Cm


  • Rabu, 04 Februari 2026 | 14:45
  • | News
 Banjir Rendam 39 RT di Petogogan Jaksel, Ketinggian Air Capai 30 Cm Ilustrasi - Petugas BPBD DKI saat memonitor lokasi lokasi banjir di Jakarta. (BPBD DKI)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan wilayah sekitarnya menyebabkan banjir di Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 39 Rukun Tetangga (RT) terdampak genangan air akibat meluapnya Kali Krukut.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyebutkan ketinggian air yang merendam permukiman warga bervariasi.

“Air yang masuk ke lingkungan permukiman warga mencapai sekitar 30 sentimeter,” ujar Yohan di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Menurut Yohan, banjir terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dalam waktu cukup lama, sehingga debit air Kali Krukut meningkat dan meluap ke kawasan permukiman. Kondisi ini diperparah oleh cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah DKI Jakarta.

Tak hanya merendam rumah warga, BPBD DKI juga melaporkan adanya satu ruas jalan yang terdampak genangan.

“Genangan juga terjadi di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, dengan ketinggian air sekitar 35 sentimeter,” jelasnya seperti dikutip dari Antara.

Untuk menangani kondisi tersebut, BPBD DKI Jakarta telah menurunkan personel ke lokasi guna memantau perkembangan banjir. Koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan air dan memastikan aliran drainase berfungsi optimal.

Selain upaya penanganan di lapangan, BPBD DKI memastikan tali-tali air dan saluran penghubung tetap terbuka agar genangan dapat surut secepat mungkin.

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

“Jika terjadi kondisi darurat, warga dapat menghubungi layanan 112. Layanan ini gratis dan beroperasi 24 jam non-stop,” kata Yohan.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru