Loading
Petugas gabungan menangani tembok rumah yang roboh di Jalan Samali Ujung I, RT 013 dan RT 011 RW 04, Kelurahan Pejaten Barat. (Pemkot Jaksel)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Tembok sebuah rumah di Jalan Samali Ujung I, RT 013 dan RT 011 RW 04, Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, roboh pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Peristiwa ini diduga dipicu kondisi struktur tanah yang labil setelah diguyur hujan.
Aparat gabungan bergerak cepat begitu menerima laporan warga. Lurah Pejaten Barat, Yudi Setia Prawira, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Setelah mendapatkan informasi, kami langsung menerjunkan PPSU dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan penanganan sementara,” ujar Yudi di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Sebanyak 20 personel gabungan yang terdiri dari PPSU, BPBD, Satpol PP, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, serta dibantu warga, diterjunkan ke lokasi. Reruntuhan tembok sepanjang sembilan meter dengan tinggi sekitar lima meter itu sempat menutup sebagian Saluran Penghubung (Phb) Astagina dan berdampak pada tiga rumah di sekitarnya.
Komandan Pleton BPBD Wilayah Jakarta Selatan, Muhammad Nur, menjelaskan penanganan awal dilakukan untuk mencegah dampak lanjutan, terutama potensi tersumbatnya aliran air saat hujan deras.
“Tembok yang roboh sudah kami tangani sementara dengan penutupan terpal agar reruntuhan tidak menutup saluran penghubung,” kata Muhammad Nur.
Pihak kelurahan juga telah berkoordinasi untuk pembersihan lanjutan puing-puing yang menghambat aliran air. Langkah ini dilakukan mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil dan berpotensi meningkatkan debit air.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi dalam insiden tersebut. Pemerintah setempat mengimbau warga agar tetap waspada, terutama ketika hujan deras mengguyur wilayah Jakarta Selatan.
Ke depan, penyelesaian terkait kerusakan bangunan akan dimediasi oleh pengurus lingkungan bersama pemilik rumah terdampak guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak.