Jumat, 25 September 2026

Operasi Ketupat 2026, Polri Siagakan 2.746 Posko Amankan Mudik Lebaran


  • Senin, 02 Maret 2026 | 17:15
  • | News
 Operasi Ketupat 2026, Polri Siagakan 2.746 Posko Amankan Mudik Lebaran Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo (kanan) bersama jajaran kementerian/lembaga memberikan keterangan pers. (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan 2.746 posko dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang digelar pada 13–25 Maret 2026. Operasi ini difokuskan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran.

Wakil Kepala Polri, Dedi Prasetyo, menyampaikan bahwa ribuan posko tersebut terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu. Seluruhnya disiapkan untuk mengamankan sedikitnya 185.608 objek vital selama periode Lebaran.

“Objek pengamanan di antaranya masjid, lokasi Shalat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga tempat wisata,” ujar Dedi di Gedung STIK-PTIK Polri, Jakarta, Senin (2/3/2026). 

Prediksi Arus Mudik dan Balik

Polri memprediksi arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diperkirakan berlangsung pada 14–15 Maret 2026, sementara gelombang kedua pada 18–19 Maret 2026.

Menurut Dedi, lonjakan ini terjadi karena jadwal mudik beririsan dengan libur Hari Raya Nyepi. “Karena kegiatan tersebut beririsan dengan libur Hari Raya Nyepi,” jelasnya.

Adapun arus balik juga diprediksi terbagi dua tahap, yakni pada 25–26 Maret 2026 serta 28–29 Maret 2026.

Untuk memastikan kelancaran perjalanan pemudik, Polri akan menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, khususnya di ruas tol. Skema yang disiapkan antara lain sistem ganjil genap, one way, contraflow, delaying system, hingga penerapan buffer zone di area pelabuhan.

Selain itu, tim quick response juga disiagakan guna mengantisipasi situasi darurat atau kondisi kontingensi di lapangan.

Layanan Titip Kendaraan dan Hotline 110

Dalam Operasi Ketupat 2026, Polri turut membuka layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian setempat bagi masyarakat yang hendak mudik. Layanan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga yang meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama.

Tak hanya itu, layanan darurat 110 juga dioptimalkan sebagai pusat pengaduan masyarakat.

“Layanan 110 sebagai hotline untuk layanan pengaduan, laporan tanggap darurat, dan kebutuhan masyarakat bila membutuhkan kepolisian,” tegas Dedi.

Sebagai bagian dari persiapan, TNI-Polri bersama sejumlah kementerian dan lembaga menggelar rapat koordinasi. Beberapa pihak yang terlibat antara lain Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jasa Marga, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, hingga Pertamina.

Sinergi lintas sektor ini dilakukan agar pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat menjalani mudik Lebaran dengan aman, nyaman, dan lancar.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru