Kidal vs Tangan Kanan: Siapa Lebih Kompetitif? Ini Kata Penelitian


  • Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:00
  • | News
 Kidal vs Tangan Kanan: Siapa Lebih Kompetitif? Ini Kata Penelitian Studi menemukan bahwa orang kidal menunjukkan sifat daya saing yang lebih kuat (Getty/iStock)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Orang yang menggunakan tangan kiri atau kidal ternyata mungkin memiliki keunggulan tertentu dalam kompetisi. Bukan karena lebih terampil secara fisik, melainkan karena pola pikir yang lebih kompetitif dan berani menghadapi tantangan.

Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa orang kidal cenderung memiliki dorongan bersaing yang lebih kuat dibandingkan mereka yang dominan menggunakan tangan kanan.

Secara global, jumlah orang kidal relatif kecil. Diperkirakan hanya sekitar 10,6 persen populasi dunia yang menggunakan tangan kiri sebagai tangan dominan. Meski begitu, kelompok minoritas ini diduga memiliki keuntungan psikologis tertentu dalam situasi kompetitif.

Selama ini, orang kidal sering dianggap memiliki keunggulan di beberapa cabang olahraga. Namun para psikolog dari Universitas Chieti-Pescara di Italia ingin mengetahui apakah keunggulan itu benar-benar ada dan apa penyebabnya.

Melibatkan Lebih dari Seribu Partisipan

Penelitian tersebut dimulai dengan mengumpulkan data dari lebih dari 1.100 sukarelawan yang mengisi kuesioner daring. Survei ini mengukur berbagai hal, mulai dari preferensi penggunaan tangan, motivasi bersaing, hingga sifat-sifat kepribadian.

Dari data itu, para peneliti menghitung apa yang disebut sebagai “Koefisien Lateralitas”, yaitu skor yang menunjukkan seberapa kuat seseorang lebih dominan menggunakan satu tangan dibandingkan tangan lainnya.

Berdasarkan skor tersebut, para peneliti kemudian memilih dua kelompok yang jelas berbeda:

  • 483 orang yang sangat dominan menggunakan tangan kanan, dan
  • 50 orang yang sangat dominan menggunakan tangan kiri.

Kedua kelompok ini kemudian diminta mengisi kuesioner lanjutan yang mengukur naluri kompetitif, tingkat kecemasan, serta kemungkinan depresi. Tujuannya adalah melihat apakah preferensi tangan berkaitan dengan pola psikologis tertentu.

Menguji Performa di Laboratorium

Untuk melihat apakah perbedaan psikologis itu berpengaruh pada performa nyata, para peneliti kemudian melakukan eksperimen di laboratorium.

Sebanyak 24 orang kidal dan 24 orang tangan kanan diminta menyelesaikan sebuah tugas sederhana namun menuntut ketelitian. Mereka harus menempatkan sembilan pasak kecil ke papan menggunakan satu tangan dalam waktu sesingkat mungkin.Tugas ini dirancang untuk melihat apakah perbedaan pola pikir juga terlihat dalam kecepatan, ketangkasan, atau kepercayaan diri saat berada di bawah tekanan.

Lebih Kompetitif, tapi Tidak Selalu Lebih Cepat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang kidal memiliki tingkat daya saing yang lebih tinggi dibandingkan pengguna tangan kanan.

Menariknya, mereka juga lebih jarang menghindari kompetisi karena rasa cemas.

Namun keunggulan mental ini ternyata tidak selalu berarti performa fisik yang lebih baik. Dalam uji papan pasak, 11 dari 24 peserta tangan kanan justru menyelesaikan tugas lebih cepat.

Artinya, kelebihan orang kidal kemungkinan bukan pada ketangkasan mekanik, melainkan pada pola pikir yang lebih siap menghadapi tantangan.

Para peneliti menyebut bahwa orang kidal memiliki tingkat “orientasi hiper-kompetitif” yang lebih tinggi dibandingkan pengguna tangan kanan.

Efek Minoritas yang Mendorong Daya Saing

Peneliti juga berpendapat bahwa menjadi bagian dari kelompok minoritas bisa memberi keuntungan tersendiri.Dalam olahraga atau kompetisi langsung, orang kidal sering memberi “efek kejutan” bagi lawan yang terbiasa menghadapi pemain tangan kanan.

Selain itu, pengalaman hidup sebagai minoritas juga bisa memunculkan tingkat frustrasi tertentu yang justru mendorong mereka untuk berusaha lebih keras dalam bersaing.Temuan penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Scientific Reports dan dilaporkan The Independent.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru