Tragedi KRL Bekasi Timur: Polisi Periksa 31 Saksi, Ini Kronologi Lengkapnya


  • Minggu, 03 Mei 2026 | 10:00
  • | News
 Tragedi KRL Bekasi Timur: Polisi Periksa 31 Saksi, Ini Kronologi Lengkapnya Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/agr

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Penanganan kasus kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur terus bergulir. Polda Metro Jaya kini telah memeriksa sebanyak 31 saksi untuk mengungkap secara menyeluruh insiden tragis yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026 tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa para saksi berasal dari berbagai pihak yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan kejadian.

Mulai dari pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang pintu, warga di sekitar lokasi, korban, hingga petugas operasional PT Kereta Api Indonesia (KAI) turut dimintai keterangan.

“Total sudah 31 orang saksi yang diperiksa untuk membantu mengungkap peristiwa ini secara utuh,” ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (3/5/2026).

Penyidikan Masuk Tahap Lanjutan

Kasus ini kini telah naik ke tahap penyidikan dan ditangani oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Sejumlah langkah pun sudah dilakukan oleh penyidik.

Mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti, hingga analisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Tak hanya itu, polisi juga berkoordinasi dengan rumah sakit terkait penanganan korban, termasuk permintaan visum guna memperkuat bukti medis.

Ke depan, penyidik berencana memanggil sejumlah instansi lain seperti Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak Taksi Green, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk melengkapi proses penyidikan.

Kronologi Tragis: Dari Taxi Mogok hingga Tabrakan Beruntun

Kecelakaan maut ini bermula dari sebuah taksi Green SM yang mendadak mogok di tengah perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan.

Dalam kondisi tersebut, kendaraan tidak sempat dievakuasi dan akhirnya dihantam oleh KRL yang tengah melintas.

Benturan pertama memicu situasi darurat. Salah satu rangkaian KRL tujuan Cikarang terpaksa berhenti mendadak di Stasiun Bekasi Timur.

Namun, situasi justru semakin memburuk.

Dalam posisi berhenti, rangkaian KRL tersebut kemudian ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek.Akibatnya, gerbong belakang—khusus wanita—mengalami kerusakan parah dan menjadi titik paling fatal dalam kecelakaan ini.

Korban Jiwa dan Luka

Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan kereta paling mematikan dalam beberapa waktu terakhir dikutip Antara.

Total sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.

Fokus Penyelidikan: Mencari Akar Masalah

Hingga saat ini, penyidik masih terus mendalami berbagai kemungkinan penyebab, termasuk aspek teknis, kelistrikan kendaraan, hingga sistem keselamatan di perlintasan.

Tujuannya jelas: memastikan penyebab utama kecelakaan dan mencegah tragedi serupa terulang di masa depan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru