Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Sebanyak 1.810 personel dikerahkan Polda Metro Jaya untuk mengamankan malam takbiran menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah DKI Jakarta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan pengamanan ini dilakukan untuk memastikan malam takbiran berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
“Pengamanan ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan malam takbiran berjalan lancar tanpa gangguan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (20/3/2026).
Dari total 1.810 personel, sebanyak 1.759 berasal dari Polda Metro Jaya dan 51 personel dari polres jajaran. Mereka disebar ke sejumlah titik yang telah dipetakan sebagai pusat keramaian.
Fokus utama pengamanan berada di kawasan Monumen Nasional (Monas), Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI), serta koridor Sudirman–Thamrin.
Pembagian personel dilakukan sebagai berikut:
Sektor A Monas: 100 personel
Sektor B Monas: 274 personel
Sektor C Bundaran HI: 533 personel
Pengamanan kamseltibcarlantas: 903 personel
Selain itu, sejumlah titik rawan kepadatan juga menjadi perhatian, seperti TL Harmoni, Jalan Veteran, Kedutaan Besar Amerika Serikat, Pospol Medan Merdeka Barat, Tenda Putih Monas, Dukuh Atas, TL Kebon Sirih, hingga TL Sarinah.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar merayakan malam takbiran secara khidmat tanpa arak-arakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Warga juga diminta untuk tidak menyalakan petasan, tidak melakukan balap liar, serta tetap mematuhi arahan petugas di lapangan demi menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.
Pendekatan pengamanan dilakukan secara preemtif, preventif, dan persuasif agar masyarakat tetap bisa merayakan malam takbiran dengan aman dan nyaman.
Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Keputusan tersebut disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers sidang isbat di Jakarta. Penetapan dilakukan berdasarkan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal yang menyatakan hilal tidak terlihat.
Dengan pengamanan ketat dan kerja sama masyarakat, diharapkan malam takbiran hingga Hari Raya Idul Fitri di Jakarta dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat.