Loading
Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badah, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. (BPBD Kukar)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terjadi di dua provinsi di Pulau Kalimantan, yakni Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Total luas lahan yang terbakar mencapai delapan hektare.
Laporan ini disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (30/3/2026).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa titik api pertama terdeteksi di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (28/3) sekitar pukul 11.30 WITA.
Dua Hektare Terbakar di Kutai Kartanegara
Berdasarkan konfirmasi Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB, sedikitnya dua hektare lahan di Desa Tanjung Limau sempat terbakar sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
"Kondisi terkini di lokasi kebakaran Desa Tanjung Limau sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim gabungan di lapangan," kata Abdul.
Tim gabungan yang terlibat terdiri dari unsur BPBD, TNI, Polri, serta relawan setempat.
Enam Hektare Lahan Gambut Terbakar di Tarakan
Sebelumnya, kebakaran juga melanda Kelurahan Kampung Satu, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, pada Jumat (27/3).
Peristiwa tersebut menghanguskan lahan gambut seluas enam hektare. Berdasarkan pantauan visual yang diterima BNPB, pemadaman intensif telah dilakukan hingga api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam.
Lahan gambut dikenal mudah terbakar saat musim kering dan berpotensi menimbulkan asap tebal jika tidak segera ditangani.
Penyebab Masih Diselidiki
Meski api di kedua lokasi sudah berhasil dipadamkan, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
"Penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak terkait," ujar Abdul.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama memasuki periode rawan karhutla. Upaya pencegahan dini dinilai penting agar kebakaran tidak meluas dan berdampak pada kesehatan serta aktivitas warga.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla di Kalimantan masih perlu diantisipasi secara serius, terutama pada lahan gambut yang rentan terbakar.