Loading
Antrean panjang gerobak sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) kawasan Cipinang, Jakarta Timur. (Antara)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Antrean gerobak sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) kawasan Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, sempat mengular hingga ratusan meter. Kondisi ini dipicu gangguan alur pembuangan sampah setelah insiden longsor di TPST Bantargebang beberapa waktu lalu.
Salah satu petugas kebersihan, Nur Ali (40), mengaku dampaknya langsung terasa di lapangan.
"Antrean jadi panjang gara-gara longsor di Bantargebang itu. Jadi, semua kena dampaknya, awalnya dari situ," kata Ali di TPS Cipinang, Senin (30/3/2026).
Antre Sejak Jam 3 Pagi
Menurut Ali, TPS Cipinang melayani kiriman sampah dari dua hingga tiga kecamatan di Jakarta Timur. Saat jalur pembuangan ke Bantargebang terganggu, penumpukan tak terhindarkan.
Dalam kondisi normal, proses bongkar muat biasanya cepat.
"Biasanya paling setengah jam sudah selesai, nunggu lima sampai sepuluh menit juga langsung masuk dan pulang," ujar Ali seperti dikutip dari Antara.
Namun menjelang Lebaran 2026, situasinya jauh berbeda. Ia bahkan harus berangkat sejak dini hari demi menghindari antrean panjang.
"Saya kadang berangkat jam tiga pagi, keluarnya bisa jam 12 siang. Itu parah sebelum Lebaran, benar-benar antre dan selama itu," ujarnya.
Antrean kendaraan disebut sempat mencapai sekitar 200 meter. Tumpukan sampah pun terlihat seperti “gunung” di area penampungan.
Viral di Media Sosial
Kondisi ini sempat viral setelah video antrean gerobak sampah diunggah akun Instagram @kabar.jaktim. Dalam rekaman tersebut, gerobak terlihat terparkir hingga ke jalur sepeda di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Jatinegara.
Di lokasi, satu alat berat jenis shovel dikerahkan untuk memindahkan sampah ke truk sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir.
Meski sempat parah, Ali menyebut kondisi kini mulai berangsur normal.
"Harapannya normal saja. Jadi, kita datang tidak perlu antre panjang. Biar semua lancar," katanya.
Zona 4 Ditutup, 7.500 Ton Sampah per Hari Terdampak
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup sementara Zona 4 TPST Bantargebang usai insiden longsor pada Minggu (8/3/2026).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan penutupan dilakukan untuk proses evakuasi.
"Saat ini Zona 4 kami tutup total untuk proses evakuasi. Rata-rata sampah yang masuk itu 7.300 sampai 7.500 ton per hari dengan sekitar 1.200 rit truk," kata Asep saat meninjau titik longsor di Bekasi.
Sebagai solusi sementara, Pemprov DKI berupaya mengalihkan pembuangan ke zona lain agar tidak terjadi penumpukan di wilayah Jakarta. Selain itu, operasional pengelolaan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di Rorotan, Jakarta Utara, juga terus dioptimalkan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa sistem pengelolaan sampah Jakarta sangat bergantung pada Bantargebang. Ketika satu zona terganggu, efek dominonya langsung terasa hingga tingkat TPS di permukiman warga.