Loading
Program manasik haji di Nara Kupu Jogja menghadirkan edukasi interaktif bagi anak hingga dewasa. (Foto: Istimewa)
SLEMAN, ARAHKITA.COM — Belajar tentang ibadah haji kini tidak lagi terasa rumit, bahkan bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sejak usia dini. Hal inilah yang dihadirkan dalam Program Manasik Haji di Nara Kupu Jogja, sebuah kegiatan edukatif yang dirancang khusus untuk anak-anak hingga pelajar.
Program ini menjadi salah satu cara kreatif dalam mengenalkan rukun Islam kelima melalui pendekatan yang praktis, interaktif, dan mudah dipahami. Tidak sekadar teori, peserta diajak langsung merasakan simulasi ibadah haji layaknya di Tanah Suci.
Mulai dari mengenakan ihram, melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah, hingga wukuf di Arafah—semua tahapan diperagakan secara runtut. Dengan metode belajar berbasis pengalaman, anak-anak tidak hanya memahami prosesnya, tetapi juga menangkap makna spiritual di balik setiap ritual.
Baca juga:
Jelajah Serangga Nocturnal: Cara Seru Nara Kupu Jogja Mengajak Warga Mengenal Alam di Bulan RamadhanRayhan Christian Siego, Pemilik Agroeduwisata Nara Kupu Jogja, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menanamkan nilai lebih dari sekadar pengetahuan.
“Anak-anak tidak hanya belajar tata cara ibadah, tetapi juga nilai kesabaran, kebersamaan, dan kedisiplinan melalui pengalaman langsung yang menyenangkan,” ujarnya.
Antusiasme peserta pun terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Suasana yang dibuat menyerupai kondisi nyata membantu anak-anak lebih mudah memahami alur ibadah. Dukungan dari orang tua dan tenaga pendidik juga menjadi faktor penting yang memperkuat keberhasilan program ini.
Menariknya, program manasik haji di Nara Kupu Jogja tidak hanya terbatas untuk anak-anak. Kegiatan ini terbuka untuk berbagai jenjang usia, mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMA. Bahkan, program ini juga bisa dimanfaatkan sebagai simulasi atau gladi bersih bagi calon jamaah haji dan umroh.
Tomy Tri Ivananto, atau yang akrab disapa Joyobadik selaku Marketing & Event Manager, menilai program ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
“Ke depan, kami ingin menjadikan program ini sebagai agenda rutin sekaligus sarana pembelajaran yang efektif dalam membentuk karakter religius generasi muda,” jelasnya.
Penyelenggara juga berkomitmen menghadirkan inovasi berkelanjutan, baik dari sisi konsep, fasilitas, maupun metode pembelajaran. Tujuannya, agar pengalaman yang diberikan tidak hanya edukatif, tetapi juga membekas secara emosional dan spiritual bagi setiap peserta.
Melalui pendekatan yang menyenangkan dan penuh makna, program ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi generasi muda untuk lebih memahami dan mencintai ibadah haji sejak dini.