Loading
Arsip Foto - Suasana kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) saat Earth Hour di Jakarta, Sabtu (23/3/2024). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pemadaman lampu secara serentak sebanyak tiga kali sepanjang 2026 sebagai bagian dari kampanye hemat energi dan pelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026 dalam rangka Hari Bumi, 13 Juni 2026 untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup, serta 26 September 2026 pada momentum Hari Ozon Sedunia.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Sadikin, mengatakan bahwa pemadaman lampu ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya efisiensi energi dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
“Kegiatan pemadaman lampu bertujuan mendorong penghematan energi, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian pencemaran lingkungan,” ujarnya di Jakarta, Jumat.
Pemadaman akan dilakukan pada pukul 20.30 hingga 21.30 WIB dan dilaksanakan secara partisipatif oleh pengelola gedung, fasilitas umum, serta pihak terkait sesuai kewenangan masing-masing. Kebijakan ini juga mengacu pada Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang pelaksanaan pemadaman lampu.
Lokasi pemadaman mencakup seluruh kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kecuali fasilitas layanan vital seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik.
Selain itu, pemadaman juga dilakukan di sejumlah ruas jalan protokol dan arteri di lima wilayah kota administrasi Jakarta.
Di Jakarta Pusat, pemadaman mencakup Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, kawasan Medan Merdeka (kecuali area depan Istana Presiden), hingga kompleks Balai Kota dan Kantor Wali Kota.
Di Jakarta Utara, lokasi meliputi Jalan Yos Sudarso, Perintis Kemerdekaan, dan kompleks kantor wali kota. Sementara di Jakarta Timur mencakup Jalan Dr. Sumarno dan Perintis Kemerdekaan.
Untuk Jakarta Barat, pemadaman dilakukan di Jalan Daan Mogot dan kawasan Kembangan Raya, sedangkan Jakarta Selatan mencakup Jalan Prapanca Raya, Rasuna Said, Sudirman, hingga area Gerbang Pemuda–Asia Afrika.
Sejumlah ikon kota juga ikut dipadamkan, termasuk Monumen Nasional, Bundaran Hotel Indonesia, Patung Arjuna Wiwaha, Patung Pemuda, Patung Pahlawan, hingga Patung Jenderal Sudirman.
Tak hanya fasilitas pemerintah, sejumlah gedung swasta seperti pusat perbelanjaan, hotel, restoran, apartemen, dan gedung komersial juga turut berpartisipasi dalam aksi penghematan energi ini.