Jumat, 21 Agustus 2026

Semangat Kartini 2026: PINTI DKI Ajak Perempuan Lebih Peduli Nyeri Lutut Lewat ‘Health Talk‘


  • Kamis, 23 April 2026 | 22:00
  • | News
 Semangat Kartini 2026: PINTI DKI Ajak Perempuan Lebih Peduli Nyeri Lutut Lewat ‘Health Talk‘ PINTI DKI Jakarta menggelar kegiatan edukatif bertajuk Health Talk: Nyeri Lutut dan Penanganannya pada Selasa, 21 April 2026, di MGK Kemayoran, Office Tower B, Lantai 10, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Perempuan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (PINTI) DKI Jakarta menggelar kegiatan edukatif bertajuk Health Talk: Nyeri Lutut dan Penanganannya pada Selasa, 21 April 2026, di MGK Kemayoran, Office Tower B, Lantai 10, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

Acara menghadirkan narasumber dokter spesialis ortopedi, Dr. dr. Bambang Darwono, Sp.B, Sp.OT, FICS, FAPOA, yang memaparkan penyebab, gejala, hingga penanganan nyeri lutut—keluhan yang banyak dialami, khususnya oleh perempuan.

Turut hadir Teddy Sugianto sebagai Ketua Pembina INTI, juga salah satu founder INTI, Nancy Widjaja sebagai Ketua Pembina PINTI (Perempuan INTI) yang juga salah satu founder INTI serta Esty sebagai Bendahara INTI Pusat. Selain itu hadir jajaran pengurus INTI dan PINTI, perwakilan HAKKA, serta dukungan dari RS Pluit, RS Gading Pluit, dan PT Kalbe Farma. Sekitar 150 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Tak hanya berisi edukasi kesehatan, acara juga dikemas dengan sentuhan budaya dan kebersamaan. Penampilan angklung oleh ibu-ibu PINTI Pusat membuka suasana dengan membawakan lagu Ibu Kita Kartini dan Mother How Are You Today? Kemeriahan berlanjut dengan penampilan line dance yang diiringi lagu Ibu Kita Kartini, menambah nuansa perayaan yang hangat dan inspiratif.

Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan budaya melalui penjabaran Kain Batik Persahabatan Saparinah–PINTI oleh dr. Widiawaty, yang mengangkat nilai persahabatan lintas budaya. Diskusi semakin menarik lewat sesi Ngobrol Batik Peranakan bersama Dave Tjoa, pakar batik peranakan, yang membahas kekayaan sejarah dan identitas budaya dalam motif batik.

Dalam rangkaian acara, juga ditampilkan presentasi produk kesehatan Aulora Apparel (Jepang) oleh Helena Muljanto dan RCCA Liliawati dari BE Indonesia, yang memperkenalkan inovasi pakaian kesehatan berbasis teknologi.

Ketua Panitia sekaligus Ketua PINTI DKI Jakarta, dr. Widia, menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap tahun sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini dan Hari Ibu.

Menurutnya, tema “Perempuan Berdaya Berkarya Sepanjang Usia” menjadi refleksi bahwa perempuan tidak hanya berperan penting dalam pembangunan, tetapi juga perlu menjaga kesehatan agar tetap aktif dan produktif.

“Nyeri lutut merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami perempuan, terutama di usia lanjut, dan penanganannya tidak sederhana. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik,” ujar dr. Widia.

Ia menegaskan bahwa perempuan tidak boleh dibatasi oleh kondisi apa pun, termasuk persoalan kesehatan. Edukasi menjadi kunci agar perempuan tetap mampu berkarya sepanjang usia.

Momentum ini juga menjadi ajang refleksi perjalanan 27 tahun INTI dalam berkontribusi bagi masyarakat. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur atas HUT INTI ke-27.

Melalui kegiatan ini, PINTI DKI Jakarta berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sendi semakin meningkat, sekaligus memperkuat semangat perempuan Indonesia untuk terus berdaya dan berkarya, sejalan dengan nilai perjuangan R.A. Kartini.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru