Loading
Gubernur DKI Pramono Anung. ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Akses pendidikan di Jakarta semakin terbuka lebar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengalokasikan anggaran jumbo sebesar Rp253,6 miliar untuk menggratiskan biaya pendidikan di 103 sekolah swasta.
Kebijakan ini menjadi langkah konkret Pemprov dalam memastikan tidak ada anak Jakarta yang tertinggal hanya karena keterbatasan biaya.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang adil dan merata.
“Jakarta secara sungguh-sungguh mulai mengalokasikan anggaran untuk sekolah swasta gratis,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (26/4/2026).
Tak Sekadar Gratis, Tapi Membuka Masa Depan
Program ini tidak hanya soal membebaskan biaya sekolah. Lebih dari itu, kebijakan ini diharapkan mampu memutus rantai ketidakberuntungan yang kerap dialami keluarga kurang mampu.
Menurut Pramono, pendidikan adalah kunci mobilitas sosial. Dengan akses yang lebih luas, anak-anak Jakarta memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.
Rincian Program: 103 Sekolah, Bertahap Sepanjang 2026
Program sekolah swasta gratis ini mengacu pada Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 312 Tahun 2025, dengan rincian:
Sekolah yang terlibat mencakup berbagai jenjang pendidikan:
Seluruhnya tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta.
Program Pendidikan Lain Tetap Jalan
Selain sekolah swasta gratis, Pemprov DKI memastikan program bantuan pendidikan lainnya tetap berjalan, antara lain:
Langkah ini menunjukkan bahwa strategi pendidikan Jakarta tidak berdiri sendiri, melainkan saling terintegrasi dikutip Antara.
Harapan: Pendidikan Inklusif dan Berkualitas
Pemprov DKI berharap kebijakan ini menjadi fondasi kuat dalam menciptakan generasi Jakarta yang lebih maju.
“Ini menjadi pijakan awal lahirnya generasi Jakarta yang lebih inklusif, tuntas, dan berkualitas,” kata Pramono.
Dengan langkah ini, Jakarta tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga investasi jangka panjang melalui pendidikan.