Perlintasan sebidang JPL 86 di Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur, telah dipasangi palang pintu sementara oleh PT KAI Daop 1 Jakarta untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta dan pengguna jalan. (ANTARA)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta atau PT KAI memasang palang pintu sementara di perlintasan sebidang JPL 86 yang berada di Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur, sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa palang pintu tersebut masih bersifat sementara dan bukan fasilitas resmi perlintasan.
“Yang terpasang saat ini adalah palang pintu sementara, bukan palang pintu resmi. Ini bagian dari tahap awal peningkatan keselamatan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Palang pintu sementara tersebut diharapkan dapat dijaga secara swadaya oleh masyarakat setempat dengan koordinasi pihak kelurahan. Dalam kondisi tidak ada penjagaan, palang harus tetap dalam posisi tertutup demi menjaga keselamatan perjalanan kereta maupun pengguna jalan.
Franoto menegaskan bahwa aspek penjagaan menjadi faktor penting dalam pengoperasian perlintasan sebidang. Jika perlintasan tersebut tidak dapat dijaga secara penuh selama 24 jam, maka KAI mempertimbangkan opsi penutupan permanen.
“Karena kondisi tanpa penjagaan sangat membahayakan perjalanan kereta api maupun masyarakat,” tegasnya.
Pemasangan palang sementara ini dilakukan setelah koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bekasi serta Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
Ke depan, KAI akan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mencari solusi permanen, termasuk pembangunan perlintasan tidak sebidang seperti flyover atau underpass guna meningkatkan keselamatan.
Selain itu, KAI juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang. Pengendara diminta berhenti sejenak, melihat kanan dan kiri, serta memastikan kondisi aman sebelum melintas, baik di perlintasan terjaga maupun tidak terjaga.