Jakarta Siap Jadi Pusat AI, Rano Karno Soroti Peluang Ekonomi Digital


  • Rabu, 17 Juni 2026 | 09:30
  • | News
 Jakarta Siap Jadi Pusat AI, Rano Karno Soroti Peluang Ekonomi Digital Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno saat menghadiri sesi CEO Forum yang membahas perkembangan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta proyeksinya dalam 20 tahun mendatang dalam Asia Pacific Video Operators Summit (APOS) 2026 di Nusa Dua, Bali, Selasa (16/6/2026). ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai kota global berbasis budaya dan kreativitas dengan membuka diri terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menegaskan bahwa AI kini bukan lagi sekadar tren, melainkan bagian penting dari pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor ekonomi kreatif dan industri film.

“Dalam pengembangan subsektor ekonomi kreatif, khususnya film, teknologi AI bukan lagi sekadar keniscayaan. Teknologi ini telah membawa dampak ekonomi yang nyata di pasar global. Jakarta harus memanfaatkan peluang ini,” ujar Rano Karno dalam pernyataan resminya, Rabu (17/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri sesi CEO Forum dalam ajang Asia Pacific Video Operators Summit (APOS) 2026 yang membahas perkembangan industri AI serta proyeksi dampaknya dalam 20 tahun ke depan.

Dalam forum tersebut, Co-Founder dan Managing Partner Asia Partners, Nick Nash, menilai bahwa pasar negara berkembang memiliki potensi besar dalam industri konten digital. Ia juga menyoroti sinergi antara teknologi AI dan kekuatan storytelling yang diprediksi menjadi tren utama industri global.

“Perpaduan kekuatan cerita dan teknologi AI akan menjadi tren yang semakin diminati dalam dua dekade mendatang,” kata Nick Nash.

Menanggapi hal tersebut, Rano Karno menegaskan bahwa Jakarta tidak ingin hanya menjadi penonton dalam perkembangan industri teknologi global. Ia menekankan pentingnya peran aktif Jakarta dalam ekosistem AI.

“Kita tidak hanya ingin menjadi pasar, tetapi juga pelaku utama. Jakarta harus menyiapkan SDM di bidang AI untuk mengembangkan industrinya. Kita memiliki SMK yang bisa menjadi titik awal untuk mempersiapkan talenta-talenta tersebut,” ujar Rano.

Menurutnya, penguatan sumber daya manusia menjadi kunci agar Jakarta mampu bersaing di tingkat global, terutama dalam industri kreatif berbasis teknologi.

Selain itu, keterlibatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam forum internasional tersebut juga menjadi langkah strategis. Jakarta menjadi satu-satunya pemerintah daerah di Indonesia yang berkesempatan berkolaborasi dengan pelaku industri hiburan, konten, dan teknologi dari kawasan Asia Pasifik.

Dengan arah kebijakan tersebut, Jakarta diharapkan tidak hanya berkembang sebagai kota global yang modern, tetapi juga menjadi pusat inovasi yang mampu memanfaatkan peluang besar dari revolusi AI dalam industri kreatif.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru