Kesit Budi Handoyo: MHT Awards 2026 Bukan Sekadar Lomba, tetapi Catatan Sejarah Jakarta


  • Rabu, 17 Juni 2026 | 21:30
  • | News
 Kesit Budi Handoyo: MHT Awards 2026 Bukan Sekadar Lomba, tetapi Catatan Sejarah Jakarta Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov DKI Jakarta dan Bank Jakarta terhadap penyelenggaraan MHT Awards 2026. (Foto: Humas PWI Jaya)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin (MHT Awards) ke-52 tahun 2026 hadir dengan semangat yang lebih besar. Tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi insan pers, kompetisi yang digelar PWI Jaya ini juga diharapkan mampu melahirkan karya-karya jurnalistik yang menjadi bagian dari catatan sejarah Jakarta menjelang peringatan lima abad kota tersebut pada 2027.

Tahun ini, MHT Awards mencatat rekor total hadiah sebesar Rp255 juta. Rinciannya, Rp150 juta dialokasikan untuk tujuh kategori utama, Rp30 juta untuk kategori khusus “Menyongsong 5 Abad Jakarta”, dan Rp75 juta untuk kategori khusus “Literasi Bank Jakarta”.

Proses pendaftaran tujuh kategori utama telah ditutup pada 1 Juni 2026. Namun, dua kategori khusus yakni “Menyongsong 5 Abad Jakarta” dan “Literasi Bank Jakarta” masih dibuka hingga 31 Juli 2026. Seluruh pemenang akan diumumkan dan menerima penghargaan pada Agustus 2026 di Balai Kota DKI Jakarta.

Ajang penghargaan bergengsi ini mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) serta Bank Jakarta. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem jurnalisme berkualitas sekaligus meningkatkan literasi publik di tengah derasnya arus informasi digital.

Kepala Bidang Komunikasi Publik Diskominfotik DKI Jakarta, M. Shendy Adam, menegaskan bahwa peran jurnalisme profesional semakin penting di tengah fenomena post-truth, ketika informasi yang beredar belum tentu mencerminkan kebenaran.

“Di tengah era post-truth seperti sekarang, karya jurnalistik ibarat oase yang tidak bisa digantikan oleh informasi instan yang beredar di berbagai platform digital,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Menurut Shendy, karya jurnalistik yang lahir melalui proses verifikasi, konfirmasi, dan berpegang pada kode etik tetap menjadi rujukan utama masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya. Karena itu, penghargaan seperti MHT Awards memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi sekaligus memperkuat fungsi pers sebagai salah satu pilar demokrasi.

Mengusung tema “Jurnalisme untuk Jakarta: Merawat Sejarah, Mengawal Masa Depan”, penyelenggaraan MHT Awards 2026 selaras dengan momentum menuju peringatan lima abad Jakarta.

Panitia membuka tujuh kategori utama, yaitu Tajuk Rencana, Produk Jurnalistik Teks, Foto, TV Terestrial, TV Streaming, Infografis, dan Radio. Selain itu, terdapat kategori khusus “Menyongsong 5 Abad Jakarta” yang berfokus pada sejarah, transformasi, dan identitas kota, serta kategori “Literasi Bank Jakarta” yang mengangkat edukasi keuangan, digitalisasi perbankan, dan penguatan UMKM.

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, berharap kategori Literasi Bank Jakarta dapat mendorong lahirnya karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Melalui karya jurnalistik yang akurat dan berimbang, kami berharap literasi keuangan masyarakat semakin meningkat dan pemahaman terhadap pengelolaan keuangan yang sehat semakin luas,” kata Arie.

Ia menambahkan, media massa memiliki peran penting dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai literasi dan inklusi keuangan. Karena itu, kolaborasi antara dunia perbankan dan insan pers menjadi langkah strategis untuk menghadirkan edukasi yang lebih efektif kepada publik.

Sementara itu, Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov DKI Jakarta dan Bank Jakarta terhadap penyelenggaraan MHT Awards 2026. Menurutnya, sinergi tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kualitas jurnalisme sekaligus memperkuat manfaat sosial dari karya pers.

“Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap dedikasi para jurnalis yang terus bekerja menghasilkan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kesit.

Ia berharap ajang tersebut mampu melahirkan karya-karya terbaik yang tidak hanya unggul secara jurnalistik, tetapi juga memberikan kontribusi bagi pembangunan Jakarta dan peningkatan literasi publik.

Kesit menilai penyelenggaraan MHT Awards tahun ini memiliki makna istimewa karena berlangsung menjelang peringatan lima abad Jakarta. Karena itu, para peserta diharapkan mampu menghadirkan karya yang memiliki kekuatan dokumentasi sejarah.

“Jakarta memiliki perjalanan panjang yang penuh dinamika. Kami ingin karya-karya yang lahir dari ajang ini menjadi bagian dari catatan sejarah sekaligus refleksi atas transformasi Jakarta menuju kota global yang tetap berpijak pada identitas dan kepentingan warganya,” katanya.

Melalui MHT Awards 2026, PWI Jaya ingin memastikan semangat jurnalisme berkualitas terus tumbuh di tengah perubahan lanskap media. Di saat informasi dapat diproduksi dan disebarluaskan dalam hitungan detik, karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan berintegritas tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Karena itu, MHT Awards tidak hanya menjadi ruang apresiasi bagi insan pers, tetapi juga momentum untuk melahirkan karya-karya terbaik yang mampu merekam perjalanan Jakarta hari ini sekaligus mengawal masa depannya.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru