Nara Kupu Village berhasil mengembangkan teknologi hidroponik NFT sebagai solusi pertanian modern menghadapi perubahan iklim. (Foto-Foto: Dok. NKV)
SAWANGAN, DEPOK, ARAHKITA.COM – Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, inovasi menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Hal inilah yang dibuktikan oleh Nara Kupu Village (NKV) melalui keberhasilannya mengembangkan dan mengoperasikan sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique).
Pencapaian ini menjadi langkah penting dalam upaya menghadirkan pertanian yang lebih efisien, produktif, dan ramah lingkungan. Dengan teknologi NFT, Nara Kupu Village mampu menghasilkan sayuran berkualitas tinggi dengan penggunaan air yang lebih hemat, pertumbuhan tanaman yang lebih seragam, serta produktivitas yang lebih optimal dibandingkan metode budidaya konvensional.
Keberhasilan tersebut tidak terjadi secara instan. Di balik sistem yang kini berjalan optimal, terdapat proses panjang berupa pembelajaran, pengujian, dan pengembangan teknologi yang dilakukan secara berkelanjutan oleh tim Nara Kupu Village.
Baca juga:
Nara Kupu Village Jadi Laboratorium Pertanian Modern, Mahasiswa IPB Jalani Magang Enam BulanManager Nara Kupu Village, Yosep Permana, yang juga dikenal sebagai petani milenial, menjelaskan bahwa pengembangan sistem NFT merupakan bagian dari komitmen NKV untuk menghadirkan solusi pertanian yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Kami tidak hanya membangun instalasi hidroponik, tetapi juga membuktikan bahwa sistem NFT dapat berjalan secara optimal dan menghasilkan tanaman yang sehat, produktif, serta berpotensi menjadi model pertanian masa depan,” ujar Yosep.
Baca juga:
Nara Kupu Village Kembangkan Hidroponik NFT, Dorong Pertanian Modern dan Keberlanjutan PanganDalam proses pengembangannya, Yosep bekerja bersama Kriskama Aprianto, profesional hidroponik sekaligus petani milenial yang berperan dalam perencanaan, pengembangan, hingga optimalisasi sistem.

Menurut Yosep, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi sektor pertanian Indonesia melalui penerapan teknologi yang tepat guna.
“Pertanian modern membutuhkan keberanian untuk terus belajar dan berinovasi. Generasi muda memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak perubahan tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, pemilik Nara Kupu Village, Rayhan C. Siego, mengapresiasi kerja keras tim yang berhasil menghadirkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan di masa depan.
“Di tengah ancaman perubahan iklim dan tantangan ketahanan pangan global, Nara Kupu Village memilih untuk bergerak maju dengan menghadirkan solusi nyata. Keberhasilan sistem NFT ini menjadi bukti bahwa pertanian modern dapat menjadi bagian penting dari masa depan Indonesia,” kata Rayhan.
Teknologi hidroponik NFT sendiri semakin banyak dilirik karena mampu menjawab berbagai tantangan pertanian modern, terutama keterbatasan lahan, efisiensi penggunaan air, dan kebutuhan akan hasil panen yang konsisten. Sistem ini memungkinkan nutrisi mengalir secara terus-menerus ke akar tanaman sehingga pertumbuhan menjadi lebih optimal.
Keberhasilan pengembangan hidroponik NFT semakin memperkuat posisi Nara Kupu Village sebagai pusat edukasi, inovasi, dan pengembangan pertanian berkelanjutan. Lebih dari itu, pencapaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara teknologi dan semangat petani milenial dapat menghadirkan solusi pangan yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan bagi Indonesia.
Tentang Nara Kupu Village
Nara Kupu Village bukan sekadar destinasi wisata berbasis pertanian. Tempat ini menghadirkan perpaduan antara perkebunan organik, konsep farm-to-table, kepedulian terhadap lingkungan, serta pengalaman edukatif yang menghubungkan masyarakat dengan alam.
Mengusung konsep edu-farm, Nara Kupu Village mengajak setiap pengunjung untuk tidak hanya menikmati suasana dan hidangan yang tersedia, tetapi juga belajar tentang pertanian berkelanjutan, memahami proses produksi pangan, dan membangun kembali kedekatan dengan alam.
Di tempat ini, setiap pengalaman dirancang untuk menghadirkan pembelajaran, kebersamaan, dan inspirasi tentang bagaimana masa depan pangan dapat dibangun dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.