Nara Kupu Village Kembangkan Hidroponik NFT, Dorong Pertanian Modern dan Keberlanjutan Pangan


  • Rabu, 10 Juni 2026 | 19:00
  • | News
 Nara Kupu Village Kembangkan Hidroponik NFT, Dorong Pertanian Modern dan Keberlanjutan Pangan Nara Kupu Village di Sawangan, Depok mulai mengembangkan sistem hidroponik NFT. (Foto: Dok. NKV)

SAWANGAN, DEPOK, ARAHKITA.COM – Komitmen terhadap pertanian berkelanjutan terus ditunjukkan Nara Kupu Village (NKV). Kawasan edu-farm yang berlokasi di Sawangan, Depok ini mulai mengembangkan sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan di masa depan.

Langkah ini menjadi kelanjutan dari berbagai program budidaya hidroponik yang sebelumnya telah dijalankan NKV melalui sistem DFT (Deep Flow Technique). Kini, dengan memanfaatkan teknologi NFT, NKV optimistis dapat menghasilkan sayuran yang lebih berkualitas dengan penggunaan air dan nutrisi yang lebih efisien.

Manager Nara Kupu Village, Yosep Permana, menjelaskan bahwa pengembangan teknologi pertanian menjadi salah satu fokus utama NKV dalam menciptakan sistem budidaya yang modern dan berkelanjutan.

“Selama ini kami telah mengembangkan beberapa instalasi hidroponik menggunakan sistem DFT. Saat ini kami mulai mengimplementasikan sistem NFT tiga susun yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus menghasilkan panen yang lebih optimal,” ujarnya.

Sistem NFT dikenal sebagai salah satu metode hidroponik yang memungkinkan aliran nutrisi mengalir tipis dan terus-menerus pada akar tanaman. Metode ini dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman karena akar memperoleh pasokan oksigen dan nutrisi secara lebih efektif dibandingkan sistem konvensional.

Pengembangan hidroponik NFT di Nara Kupu Village mendapat pendampingan dari Kriskama Aprianto, praktisi hidroponik yang aktif mengedukasi masyarakat mengenai penerapan teknologi pertanian modern. Menurutnya, inovasi seperti ini penting untuk membuka peluang baru bagi generasi muda agar lebih tertarik terjun ke sektor pertanian.

Ia menilai bahwa pemanfaatan teknologi dalam budidaya tanaman tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menunjukkan bahwa pertanian dapat menjadi sektor yang modern, menarik, dan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari pemilik Nara Kupu Village, Rayhan Christian Siego. Ia berharap NKV dapat terus berkembang sebagai pusat edukasi pertanian modern yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Melalui penerapan sistem NFT, Nara Kupu Village menargetkan peningkatan kualitas hasil panen sayuran, efisiensi penggunaan sumber daya, serta pengembangan model pertanian yang lebih ramah lingkungan. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menciptakan sistem pangan yang berkelanjutan di tengah tantangan perubahan zaman.

Edu-Farm yang Menghubungkan Manusia dan Alam

Lebih dari sekadar destinasi wisata, Nara Kupu Village hadir sebagai kawasan edu-farm yang menggabungkan perkebunan organik, konsep farm-to-table, edukasi lingkungan, serta ruang kebersamaan dalam suasana alam yang asri.

Dengan identitas sebagai pusat pembelajaran berbasis pertanian, Nara Kupu Village mengajak pengunjung untuk tidak hanya menikmati pengalaman wisata, tetapi juga memahami proses bercocok tanam, mengenal pentingnya keberlanjutan lingkungan, serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan alam.

Melalui berbagai program edukasi dan inovasi pertanian yang terus dikembangkan, Nara Kupu Village berupaya menciptakan pengalaman yang bermakna sekaligus mendorong lahirnya kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru