Minggu, 16 Agustus 2026

Mensesneg Koordinasikan Kesiagaan Pemerintah Pascagempa NTT


  • Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:30
  • | News
 Mensesneg Koordinasikan Kesiagaan Pemerintah Pascagempa NTT Pegawai hotel mengamankan barang-barang milik wisatawan dari gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nz.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah bergerak cepat merespons gempa bumi tektonik kuat yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan koordinasi lintas lembaga terus dilakukan untuk memantau kondisi dan mengantisipasi dampak pascagempa.

Prasetyo mengatakan, sejak pagi dirinya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan seluruh unsur pemerintah dalam kondisi siaga menghadapi situasi awal setelah gempa.

“Dari tadi pagi saya sudah koordinasi dengan Menko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), Kabasarnas, BMKG, BNPB, dan Gubernur NTT untuk memastikan atensi dan kesiagaan semua unsur di masa-masa awal kejadian ini,” ujar Prasetyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Pemerintah Pantau Perkembangan Gempa NTT

Menurut Prasetyo, pemerintah terus mengikuti perkembangan situasi di wilayah terdampak. Koordinasi dilakukan agar langkah penanganan dapat segera dilakukan apabila kondisi di lapangan membutuhkan respons lebih lanjut.

Kesiagaan tersebut melibatkan sejumlah lembaga yang memiliki peran penting dalam penanganan bencana, mulai dari pemantauan aktivitas gempa, pencarian dan pertolongan, hingga koordinasi penanganan dampak terhadap masyarakat.

Prasetyo juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan moral kepada warga NTT yang terdampak gempa.

“Mari kita kirimkan doa untuk saudara-saudara kita di NTT yang tadi pagi mengalami gempa sangat kuat,” katanya dikutip Antara.

Gempa Kuat Guncang Pulau Flores

Gempa bumi tektonik kuat mengguncang wilayah Pulau Flores, NTT, pada Sabtu pagi. Getarannya bahkan dirasakan hingga Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 05.58 WITA. Pusat gempa berada di sebelah utara Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Gempa tercatat berada pada koordinat 8,33 derajat Lintang Selatan dan 121,32 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Kondisi tersebut membuat masyarakat di sejumlah wilayah perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kemungkinan dampak susulan dan perubahan kondisi di lapangan.

BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

BMKG juga menerbitkan peringatan dini tsunami menyusul gempa kuat tersebut. Sejumlah wilayah kemudian mendeteksi adanya gelombang tsunami dengan ketinggian yang relatif rendah.

Di Sikka dan Labuan Bajo, NTT, gelombang tsunami masing-masing tercatat sekitar 0,19 meter dan 0,36 meter. Sementara itu, di Dompu, NTB, gelombang terdeteksi sekitar 0,17 meter.

Pemerintah melalui lembaga terkait terus memantau perkembangan kondisi pascagempa. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, dan instansi berwenang lainnya.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru