Kamis, 01 Oktober 2026

Pascagempa M7,7 di NTT, BNPB Imbau Warga Tetap Tenang dan Jauhi Pantai


  • Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:00
  • | News
 Pascagempa M7,7 di NTT, BNPB Imbau Warga Tetap Tenang dan Jauhi Pantai Warga melintas di depan gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo itu terjadi pada pukul 06.13 WITA setelah sebelumnya gempa berkekuatan M 7,7 juga terjadi di timur laut Mbay Nagekeo, NTT. ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nz (ANTARA

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) dini hari. Meski peringatan dini tsunami telah berakhir, masyarakat diminta tetap tenang, waspada, dan untuk sementara menjauhi kawasan pantai.

Imbauan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers daring di Jakarta, Sabtu.

“Melalui media ini, kami meminta masyarakat tetap tenang. Meski peringatan tsunami sudah dicabut, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjauhi pantai saat ini sebelum nanti ada peringatan lain dari BMKG,” ujar Berton.

Warga Diminta Tidak Masuk Gedung yang Retak

Selain menjauhi pantai, BNPB mengingatkan masyarakat untuk tidak terburu-buru masuk kembali ke dalam bangunan, khususnya gedung yang mengalami keretakan akibat guncangan gempa.

Berton mengatakan, bangunan yang sudah mengalami kerusakan berpotensi membahayakan apabila terjadi gempa susulan.

“Karena ini berpotensi bahaya ketika ada gempa susulan,” katanya.

Imbauan ini menjadi penting mengingat aktivitas gempa susulan masih perlu diantisipasi. Masyarakat di wilayah terdampak diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Dua Orang Meninggal Dunia

BNPB juga melaporkan adanya korban jiwa akibat gempa M7,7 tersebut.

Hingga Sabtu pagi, dua orang dilaporkan meninggal dunia di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Selain itu, satu orang dilaporkan mengalami luka-luka.

“Berdasarkan laporan pendahuluan, peristiwa gempa bumi berdampak di wilayah Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, yaitu satu laki-laki dan satu perempuan, serta satu orang mengalami luka-luka,” kata Berton.

Data tersebut merupakan laporan pendahuluan dan masih dapat diperbarui seiring proses pendataan serta penanganan di lapangan.

BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami

Sementara itu, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami pascagempa M7,7 telah berakhir pada pukul 07.30 WIB.

BMKG sebelumnya mencatat gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB di wilayah Flores, NTT. Hasil analisis menunjukkan gempa tersebut memiliki magnitudo M7,7, dengan kedalaman sekitar 15 kilometer. Episenter berada di laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, meski peringatan dini tsunami telah diakhiri, BMKG tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi muka air laut dan aktivitas gempa susulan.

“Kita sudah akhiri (peringatan dini tsunami), tapi tentunya kita akan terus memonitor aktivitas tinggi muka air laut yang akan tercatat di stasiun-stasiun kami,” kata Wijayanto dikutip Antara.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dan tidak panik.

Tetap Waspada dan Ikuti Informasi Resmi

Berakhirnya peringatan dini tsunami bukan berarti masyarakat boleh mengabaikan kewaspadaan. Warga di wilayah terdampak tetap diminta memperhatikan kondisi sekitar, terutama jika berada dekat pantai atau bangunan yang mengalami kerusakan.

BNPB dan BMKG terus melakukan pemantauan serta pembaruan informasi terkait kondisi pascagempa.

Masyarakat disarankan hanya mengandalkan informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah untuk mengetahui perkembangan terbaru mengenai gempa maupun potensi gempa susulan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru