Warga berfoto di depan dekorasi perayaan Hari Kemerdekaan saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (16/8/2026). ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/nym.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Semarak persiapan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (16/8/2026), tidak hanya menghadirkan antusiasme warga menyambut hari kemerdekaan.
Di tengah kemeriahan itu, muncul pula rasa kepedulian terhadap saudara sebangsa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tengah menghadapi dampak gempa bumi.
Bagi sebagian warga Jakarta yang datang ke Monas, momentum kemerdekaan bukan sekadar tentang parade, atraksi pesawat, atau pesta rakyat. Lebih dari itu, HUT ke-81 RI menjadi kesempatan untuk kembali mengingat makna persatuan dan kepedulian di tengah berbagai cobaan yang dihadapi masyarakat Indonesia.
Musibah gempa di Flores menjadi pengingat bahwa semangat kebangsaan tidak hanya dibutuhkan ketika Indonesia sedang merayakan kemerdekaan. Semangat itu justru semakin penting ketika sebagian masyarakat sedang menghadapi bencana dan membutuhkan dukungan.
Kusnadi (48), warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, datang ke kawasan Monas untuk melihat persiapan peringatan HUT ke-81 RI. Namun, suasana kemerdekaan yang ia rasakan tidak membuatnya lupa pada masyarakat di NTT yang sedang menghadapi musibah.
Baca juga:
Menko Polkam Tegaskan Video Demo Viral Bukan Kejadian Saat Ini, Publik Diimbau Waspada HoaksMenurut Kusnadi, masyarakat Indonesia yang berada jauh dari lokasi bencana tetap dapat menunjukkan kepedulian melalui doa dan dukungan moral.
Ia berharap pemerintah dapat bergerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak, sementara para korban diberi kekuatan untuk menghadapi situasi sulit.
“Kita sebagai warga negara, walaupun ada di Jakarta, harapannya, semoga di sana selalu diberikan kekuatan dan diberikan bantuan dari pemerintah secepatnya,” ujar Kusnadi di kawasan Monas, Minggu (16/8/2026).
Bagi Kusnadi, jarak antara Jakarta dan Flores bukan alasan untuk mengurangi rasa persaudaraan. Sebagai sesama warga Indonesia, masyarakat di berbagai daerah tetap memiliki ikatan yang sama sebagai satu bangsa.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak kehilangan empati ketika bencana terjadi. Menurutnya, musibah dapat menimpa siapa saja sehingga kepedulian dan saling menguatkan menjadi hal penting.
“Semoga selalu diberikan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan selalu berdoalah. Gimana caranya, kita namanya di dunia ini kan tidak luput dari segala musibah, ya. Tetap semangat dan berjuang untuk kemerdekaan yang kita adakan, khususnya esok hari di Jakarta,” kata Kusnadi.
Kemerdekaan Bukan Sekadar Kemeriahan
Di kawasan Monas, kemeriahan menjelang HUT ke-81 RI tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Kusnadi mengaku sudah beberapa kali datang menyaksikan perayaan Hari Kemerdekaan di kawasan tersebut. Atraksi pesawat udara dan parade menjadi bagian yang selalu dinantikan warga.
“Tahun-tahun kemarin, sih, saya ke sini, meriah acaranya. Banyak pesawat terbang melintas di udara, banyak juga paradenya,” ungkapnya.
Pada gladi bersih HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Sabtu (15/8/2026), pesawat KT-1B Woong Bee yang tergabung dalam Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU juga melakukan sejumlah manuver di kawasan Monas.
Gladi bersih tersebut melibatkan 76 calon anggota Paskibraka Nasional serta pasukan gabungan dari TNI, Polri, Satuan Musik (Satsik), dan unsur pendukung lainnya. Sebanyak 81 alat utama sistem senjata (alutsista) udara turut disiapkan untuk mendukung rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.
Namun, bagi Kusnadi, kemeriahan tersebut akan memiliki makna yang lebih dalam apabila diikuti dengan semakin kuatnya rasa persaudaraan antarmasyarakat.
Kemerdekaan, menurut dia, bukan hanya tentang perayaan yang berlangsung meriah di pusat kota. Kemerdekaan juga tentang bagaimana masyarakat Indonesia saling peduli ketika sebagian saudaranya sedang menghadapi kesulitan.
Harapan untuk Indonesia yang Lebih Sejahtera
Memasuki usia 81 tahun kemerdekaan, Kusnadi berharap Indonesia terus bergerak menuju kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, adil, dan makmur.
Ia menilai semangat kemerdekaan harus terus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui kepedulian terhadap sesama warga negara yang sedang menghadapi bencana.
“Kalau menurut saya, sih, kemerdekaan di tahun yang ke-81 ini di Indonesia, harapannya, semoga rakyat Indonesia itu lebih sejahtera, adil dan makmur,” ucap Kusnadi dikutip Antara.
Dari Monas, pesan sederhana itu terasa kuat: merayakan kemerdekaan bukan hanya tentang mengibarkan bendera dan menikmati kemeriahan. Ada semangat untuk terus menjaga persatuan, mendoakan mereka yang sedang tertimpa musibah, serta saling menguatkan sebagai satu bangsa.
Sebab, ketika satu daerah menghadapi bencana, rasa kemanusiaan dan persaudaraan seluruh Indonesia kembali diuji.
Dan dari Jakarta, doa serta dukungan untuk Flores menjadi bagian kecil dari semangat besar itu.