Stasiun Monas MRT Siap Beroperasi Akhir 2027, Hadirkan Konsep Heritage Modern


  • Kamis, 23 Juli 2026 | 13:30
  • | News
 Stasiun Monas MRT Siap Beroperasi Akhir 2027, Hadirkan Konsep Heritage Modern Pekerja melakukan uji coba perlintasan jalur kereta MRT Fase 2A CP 201 di kawasan Gambir, Jakarta, Rabu (22/7/2026). PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat progres pembangunan proyek MRT fase 2A rute Bundaran HI-Kota hingga 25 Juni 2026 mencapai 61,8 persen. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kabar baik bagi masyarakat yang menantikan perluasan layanan MRT Jakarta. PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan Stasiun Monas dan Stasiun Thamrin pada proyek MRT Fase 2A mulai beroperasi penuh pada akhir 2027.

Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina, mengungkapkan bahwa progres pembangunan paket konstruksi CP 201 yang menghubungkan Bundaran HI hingga kawasan Monas kini telah mencapai sekitar 92–93 persen.

"Untuk CP 201 ini kita sudah di angka 92 menuju 93 persen. Insya Allah selesai dan mulai beroperasi pada akhir tahun 2027," ujar Weni di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Saat ini, pekerjaan konstruksi memasuki tahap akhir. Fokus pengerjaan diarahkan pada penyelesaian interior stasiun, termasuk pemasangan sistem mekanikal dan elektrikal, pekerjaan arsitektur, hingga proses finishing.

Anggaran Tetap Aman Meski Ekonomi Global Bergejolak

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah, MRT Jakarta memastikan pembangunan tetap berjalan sesuai rencana. Nilai proyek CP 201 yang diperkirakan mencapai Rp4,1 triliun masih berada dalam pagu anggaran yang telah ditetapkan sejak awal kontrak.

Menurut Weni, tantangan terbesar selama pembangunan berasal dari kondisi tanah di bawah permukaan yang relatif lunak. Namun, berbagai rekayasa teknik telah diterapkan sehingga persoalan tersebut dapat diatasi tanpa menghambat progres proyek.

Gunakan Teknologi Box Jacking, Jalan Tetap Lancar

Salah satu teknologi yang digunakan dalam pembangunan adalah metode box jacking, yaitu teknik pembuatan terowongan bawah tanah tanpa harus menutup atau membongkar jalan di atasnya.

Metode ini diterapkan di kawasan Medan Merdeka Barat menuju Jalan Museum Nasional, sehingga aktivitas lalu lintas di salah satu ruas jalan utama ibu kota tetap berjalan normal selama proses konstruksi berlangsung.

Stasiun Monas Dirancang Selaras dengan Kawasan Cagar Budaya

Keunikan Stasiun Monas terletak pada desainnya yang menyesuaikan karakter kawasan Monumen Nasional sebagai kawasan cagar budaya. Bangunan di permukaan dibuat rendah dengan konsep sunken entrance, yaitu pintu masuk yang langsung mengarah ke area bawah tanah sehingga tidak mengganggu panorama kawasan bersejarah tersebut.

Selain itu, fasilitas ventilasi dan cooling tower juga dirancang semi-tertanam agar tetap harmonis dengan lingkungan sekitar.

Stasiun bawah tanah ini memiliki panjang sekitar 220 meter dengan posisi peron berada di kedalaman 15 hingga 18 meter di bawah permukaan tanah.

Dilengkapi Flood Gate hingga Area Pameran

Untuk mengantisipasi potensi genangan air akibat hujan, MRT Jakarta membangun sistem drainase khusus yang dilengkapi flood gate atau pintu penahan banjir.

Stasiun Monas nantinya memiliki dua akses utama, yakni Grand Entrance yang menghadap langsung ke Monumen Nasional dan pintu masuk dari Jalan Museum Nasional dikutip Antara.

Tak hanya menjadi simpul transportasi, stasiun ini juga dirancang sebagai ruang publik yang menghadirkan koridor pameran edukasi dan seni, serta pusat informasi wisatawan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadikan Stasiun Monas sebagai destinasi baru yang memperkuat pengalaman masyarakat dan wisatawan saat mengunjungi kawasan bersejarah di jantung ibu kota.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru