Sekum PGI: Stop Penyebaran Foto dan Video Aksi Terorisme


  • Minggu, 13 Mei 2018 | 11:46
  • | News
 Sekum PGI: Stop Penyebaran Foto dan Video Aksi Terorisme Sekum PGI Pdt Gomar Gultom. (Warta Nasrani)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (Sekum PGI), Pdt Gomar Gultom, menyampaikan dukacita mendalam kepada semua korban teror bom Surabaya.

"Tindak kekerasan dengan alasan apapun tidak akan pernah mampu menyelesaikan masalah. Dia hanya akan melahirkan lingkaran kekerasan dan pada akhirnya menuju kehancuran. Lihatlah Siria sekarang ini yang luluh lantak oleh kekerasan demi kekerasan," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Arahkita, Minggu (13/5/2018).

Sesungguhnya tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan pembunuhan. Agama apapun mengajarkan kemanusiaan, damai, dan cinta kasih. Kesesatan berpikirlah yang membawa penganut agama melakukan kekerasan dan tindak terorisme.

Oleh karena itu, para pemimpin agama perlu lebih serius mewaspadai munculnya para pendukung kekerasan dan tindak terorisme ini dengan berbalutkan penginjil atau pendakwah.

Program deradikalisasi BNPT akan sia-sia jika masyarakat justru memberi panggung kepada para pemimpin agama yang menyebarkan paham radikalisme dan kekerasan lewat dakwah-dakwahnya.

"Saya menghimbau kepada para pemimpin agama dan masyarakat untuk tidak memberi angin dan simpati kepada pelaku kekerasan dan terorisme apapun motifnya. Saya juga menghimbau masyarakat menghentikan penyebaran foto dan video, karena ini justru tujuan teroris, yakni menebarkan rasa takut di tengah masyarakat. Saya justru menghimbau masyarakat untuk menebarkan kasih dan rasa damai melalui ragam media," jelasnya.

Menghimbau seluruh elit politik dan masyarakat untuk menghentikan komentar yang justru memperkeruh keadaan. Janganlah menggunakan peristiwa kekerasan dan tindak terorisme ini untuk menangguk kepentingan politik dan sesaat, karena harga yang sedang dipertaruhkan adalah masa depan bangsa.

"Kita tak perlu takut menghadapi ancaman terorisme ini tetapi menyerahkan sepenuhnya kepada penanganan oleh negara," jelasnya.  


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru