Loading
Manggarai berpotensi mengalami banjir terparah pada musim penghujan (Net)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bambang Hidayah,mengugkapkan bahwa kawasan Manggarai, Jakarta Selatan berpotensi mengalami banjir terparah pada musim penghujan, utamanya di hilir Kali Ciliwung. data itu berdasarkan pemetaan potensi banjir di DKI.
BBWSCC Kementerian PURR juga menemukan sebanyak 129 titik berpotensi dilanda banjir pada musim penghujan yang segera tiba. Titik-titik rawan tersebut tersebar di sepanjang Sungai Ciliwung dan Cisadane yang merata di sekujur Jakarta. Seperti yang disiarkan pihak Kementerian PURR, Selasa (2/10/2018) di Jakarta, di sepanjang Sungai Ciliwung kawasan Manggarai masih banyak permukiman padat penduduk.
Bambang mengungkapkan kondisi padat penduduk menjadi penyebab penyempitan luasan sungai sehingga air meluap ketika debit air sungai meningkat. Ada sembilan titik terparah yang berpotensi banjir. Kawasan lain yang berpotensi banjir parah adalah di aliran Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, Kanal Banjir Barat, Kali Ciliwung Lama, Kali Sunter, Kali Cipinang, serta aliran Cengkareng Drain.
Sementara itu, pemerintah DKI Jakarta telah menganggarkan ratusan miliar rupiah untuk membebaskan lahan di bantaran Kali Ciliwung untuk proyek normalisasi sungai. Namun pembebasan lahan tak kunjung terlaksana karena masalah legalitas lahan. Banyak warga tak bisa menunjukkan bukti kepemilikan yang sah.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar, Gemala Suzanti, menuturkan tengah berfokus melakukan normalisasi di empat kawasan, yaitu Bukit Duri, Gedong, Cawang, dan Bidara Cina. Menurut dia, selama ini, empat kawasan tersebut menjadi kendala proyek normalisasi sungai karena sebagian lahannya belum berhasil dibebaskan.
Gemala menerangkan, dari 16 kilometer bantaran sungai yang sudah dinormalisasi, ada sejumlah titik yang masih belum bisa digarap. Maka dia meminta pemerintah DKI segera membebaskan sebagian lahan itu.