Loading
Pebulu tangkis tunggal putra Denmark Anders Antonsen memegang piala setelah mengalahkan tunggal putra Taiwan Chou Tien Chen pada babak final Kapal Api Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (8/6/2025). Anders Antonsen menjadi juara Indonesia Open 2025 usai menang dengan skor 22-20, 21-14. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Setelah tiga kali menembus babak final, pebulu tangkis tunggal putra asal Denmark, Anders Antonsen, akhirnya berhasil meraih gelar juara Indonesia Open 2025. Kemenangan ini menjadi catatan manis dalam kariernya, sekaligus penebusan dari dua kekalahan sebelumnya di final tahun 2019 dan 2024.
Dalam laga puncak yang digelar di Istora Senayan, Jakarta pada Minggu (8/6/2025), Antonsen tampil meyakinkan. Ia menaklukkan wakil Taiwan, Chou Tien Chen, dalam dua gim langsung dengan skor 22-20, 21-14.
Atmosfer Istora yang Mengguncang, Tapi Menginspirasi
Kepada media, Antonsen mengungkapkan rasa takjubnya terhadap atmosfer Istora yang luar biasa riuh. “Saya sudah sering bermain di tempat yang penuh semangat, tapi vibe penonton di Istora itu beda. Mereka bukan cuma berisik, tapi memberi energi positif yang luar biasa,” ujarnya.
Meski sempat merasa tertekan, Antonsen mengakui bahwa dukungan penonton justru membuat pertandingan terasa lebih hidup. “Tantangannya memang fokus di tengah sorakan, tapi itu juga yang bikin momen ini begitu spesial,” tambahnya.
Penantian Panjang Terbayar Tuntas
Turnamen kali ini menandai keberhasilan ketujuh kalinya Antonsen mencapai final di tanah air, termasuk di ajang Indonesia Masters dan Indonesia Open. Namun baru tahun ini ia mampu membawa pulang gelar juara dari turnamen level BWF Super 1000 tersebut.
“Setiap datang ke Indonesia, saya selalu merasa betah. Ini tempat yang punya arti penting dalam karier saya. Menjuarai Indonesia Open adalah salah satu impian terbesar saya, dan akhirnya tercapai,” ucap pemain berusia 28 tahun ini.
Kunci Kemenangan: Tahan Tekanan dan Amankan Gim Pertama
Pertandingan melawan Chou Tien Chen diwarnai reli-reli panjang dan strategi saling menekan. Antonsen menyebut bahwa gim pertama menjadi penentu hasil akhir.
“Saya tahu sejak awal, memenangkan gim pertama itu krusial. Kalau kalah di awal, arah pertandingan bisa berubah total. Jadi saya fokus untuk mengamankan itu dulu,” jelasnya dikutip dari Antara.
Dengan kemenangan ini, Antonsen menutup perjalanan panjangnya di Indonesia Open dengan penuh bangga. Ia tidak hanya mengukir prestasi pribadi, tetapi juga memperkuat posisinya di peringkat atas dunia bulu tangkis.