Loading
Petenis AS Taylor Fritz beraksi pada babak round robin ATP Finals melawan petenis Spanyol Carlos Alcaraz di Inalpi Arena, Turin, Italia, Selasa (11//11/2025). (ATP Tour)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Alih-alih mengejar peningkatan teknis permainan, Taylor Fritz memilih memanfaatkan jeda pramusim dengan satu prioritas utama: memulihkan kondisi fisiknya. Petenis Amerika Serikat itu mengakui masih bergelut dengan masalah lutut yang cukup mengganggu sejak musim lalu.
Dalam konferensi pers praturnamen United Cup di Perth, Australia, Fritz menyebut pemulihan sebagai target paling realistis yang ingin ia capai sebelum kalender kompetisi 2026 dimulai. Cedera tendinitis pada lututnya belum sepenuhnya pulih dan membutuhkan proses panjang.
Menurut Fritz, kondisi tersebut membuatnya harus berhitung matang. Ia tak ingin memaksakan diri dengan latihan berat, tetapi juga enggan benar-benar berhenti total dari kompetisi dalam waktu lama. Baginya, tetap bermain dengan pengelolaan beban yang tepat masih menjadi opsi terbaik.
Selama sekitar enam pekan pramusim, fokus Fritz adalah rehabilitasi dan penguatan otot, sambil tetap menjaga sentuhan permainan. Latihan memukul bola tetap dilakukan, namun dengan intensitas yang disesuaikan agar tidak membebani lutut secara berlebihan. Ia optimistis, beberapa bulan setelah musim berjalan, kondisi fisiknya bisa kembali mendekati ideal.
Meski sepanjang 2025 kerap terganggu masalah fisik, performa Fritz tetap terbilang solid. Petenis berusia 28 tahun itu menutup musim dengan catatan menang-kalah yang impresif dan mempertahankan statusnya sebagai pemain Top 10 dunia. Ia bahkan berhasil meraih gelar juara di turnamen lapangan rumput dan kembali lolos ke ATP Finals untuk ketiga kalinya.
Fritz mengakui musim lalu terasa tidak utuh baginya. Ia melewatkan sebagian besar musim lapangan tanah liat dan baru benar-benar menemukan ritme permainan saat memasuki rangkaian turnamen lapangan rumput. Menjelang akhir tahun, problem fisik kembali muncul dan memaksanya melakukan penyesuaian.
“Ketika saya sehat dan bisa berkompetisi penuh, level permainan saya sangat tinggi,” ujar Fritz, menegaskan bahwa konsistensi fisik menjadi kunci untuk melangkah lebih jauh ke depan dikutip Antara.
Menatap musim 2026, Fritz juga menyoroti dinamika persaingan di level atas tenis dunia. Ia menyebut rivalitas antara Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner sebagai cerita besar yang akan terus menjadi pusat perhatian, sembari menantikan apakah akan ada pemain lain yang mampu menantang dominasi keduanya.
Di ajang United Cup, Fritz dijadwalkan memimpin Tim Amerika Serikat bersama Coco Gauff. Dengan fokus pemulihan yang matang dan manajemen kondisi yang lebih bijak, Fritz berharap musim 2026 bisa menjadi momentum untuk kembali tampil konsisten di level tertinggi.