Loading
Klub Liga Portugal Benfica resmi menunjuk Jose Mourinho sebagai pelatih. (slbenfica.pt)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pelatih Benfica, Jose Mourinho, menegaskan timnya tak boleh terlena jelang duel ulang kontra Real Madrid pada babak playoff Liga Champions UEFA musim 2025/26.
Menurut Mourinho, kekalahan dramatis yang dialami Madrid pada pertemuan sebelumnya justru berpotensi memantik kebangkitan sang raksasa Spanyol.
“Kami telah melukai raja Liga Champions. Dan raja yang terluka itu berbahaya,” ujar Mourinho seperti dikutip dari BBC, Selasa (17/2/2026) seperti yang dikutip dari Antara.
Kemenangan Dramatis di Lisbon
Pada fase liga yang berlangsung di Lisbon bulan lalu, Benfica sukses menumbangkan Madrid dengan skor 4-2. Laga tersebut dikenang sebagai salah satu pertandingan paling dramatis musim ini.
Gol penentu kemenangan tercipta di menit ke-98 lewat sundulan kiper asal Ukraina, Anatoliy Trubin, yang maju membantu serangan di masa injury time.
Kekalahan itu berdampak signifikan bagi Madrid. Klub berjuluk Los Blancos tersebut—yang telah mengoleksi 15 trofi Liga Champions—merosot dari posisi tiga ke peringkat sembilan klasemen fase liga dan gagal mengamankan tiket otomatis ke babak selanjutnya.
Leg Pertama Jadi Penentuan
Meski unggul secara psikologis, Mourinho memastikan timnya tidak akan mengendurkan fokus saat melakoni leg pertama playoff di Estadio da Luz, Rabu (18/2).
“Kami akan memainkan leg pertama dengan kepala, ambisi, dan keyakinan,” tegas mantan pelatih Madrid periode 2010–2013 itu.
Ia menambahkan bahwa pengalaman panjangnya di kompetisi elite Eropa membuatnya paham betul bahwa hasil sebelumnya tak menjamin apa pun.
“Saya sudah sangat terbiasa dengan pertandingan seperti ini sepanjang karier saya. Tidak ada hasil yang pasti hanya karena apa yang terjadi di leg pertama,” ujarnya.
Madrid Datang dengan Luka dan Tekad
Pada pertemuan terdahulu, Madrid harus mengakhiri laga dengan sembilan pemain setelah Raul Asencio dan Rodrygo diganjar kartu merah di masa tambahan waktu. Situasi tersebut dimanfaatkan Benfica untuk menekan habis-habisan.
Sundulan Trubin bahkan tak mampu dihentikan kiper utama Madrid, Thibaut Courtois.
Namun Mourinho memperkirakan skenario serupa sulit terulang. Ia bahkan berseloroh bahwa gol dramatis dari kipernya bukanlah sesuatu yang bisa diandalkan setiap saat.
“Ini akan sangat sulit, tanpa diragukan lagi. Trubin tidak akan bermain di lini depan di stadion Luz,” kata Mourinho.
Dengan tensi tinggi dan reputasi besar kedua klub, duel Benfica kontra Real Madrid diprediksi kembali menyajikan laga panas. Satu hal yang pasti, Mourinho tak ingin meremehkan mental juara Madrid yang sudah berkali-kali bangkit dari situasi sulit di Liga Champions.