Bidding Olimpiade 2036 Dibuka, Jerman Hadapi Sensitivitas Sejarah


 Bidding Olimpiade 2036 Dibuka, Jerman Hadapi Sensitivitas Sejarah Ilustrasi logo Olimpiade. (Photo by Kyle Dias on Unsplash)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Jerman kembali membuka pintu untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2036. Wacana ini muncul meski tahun tersebut memiliki beban sejarah yang sensitif bagi negara itu.

Presiden Konfederasi Olahraga Olimpiade Jerman (DOSB), Thomas Weikert, menegaskan bahwa Jerman tengah menyiapkan skenario untuk beberapa edisi Olimpiade sekaligus—2036, 2040, dan 2044. Artinya, Berlin dan kota-kota kandidat lain di Jerman ingin tetap siap, kapan pun kesempatan itu datang.

Berbicara di sela Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026, Weikert menyatakan kesiapan adalah kunci. “Kami harus siap menyelenggarakan Olimpiade kapan pun diputuskan. Ini berlaku untuk ketiga edisi tersebut,” ujarnya, seperti dikutip Inside The Games, Senin (23/2/2026).

Meski demikian, Weikert mengingatkan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Komite Olimpiade Internasional (IOC). IOC, kata dia, juga mempertimbangkan rotasi kawasan, sehingga peluang Olimpiade 2036 bisa saja diberikan kepada benua lain seperti Asia atau Afrika.

Pandangan ini tak sepenuhnya sejalan dengan sikap Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier. Melalui juru bicaranya, Steinmeier menilai tahun 2036 sebagai momen yang “secara historis problematis” jika Jerman kembali mengajukan diri.

Pasalnya, 2036 menandai 100 tahun Olimpiade Berlin 1936, ajang yang digelar di bawah rezim Nazi pimpinan Adolf Hitler. Olimpiade tersebut kerap dikenang sebagai salah satu edisi paling kontroversial karena dimanfaatkan sebagai alat propaganda politik.

Namun sejarah juga mencatat sisi lain yang inspiratif. Atlet Amerika Serikat Jesse Owens tampil gemilang dengan empat medali emas—sebuah simbol perlawanan terhadap rasisme dan diskriminasi yang kala itu menguat dikutip Antara.

Laporan media Jerman menyebutkan, Steinmeier sebenarnya tidak menutup pintu bagi Jerman untuk kembali menjadi tuan rumah Olimpiade. Hanya saja, ia berharap peluang tersebut diarahkan ke edisi yang lebih “aman secara historis”, seperti Olimpiade 2040 atau 2044.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru