Loading
lustrasi - Warga berpose saat Kick Off Bola Gembira pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (1/2/2026). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Atmosfer menuju Piala Dunia 2026 semakin terasa. Produsen apparel olahraga global, Adidas, resmi merilis koleksi jersey tandang terbaru yang akan dikenakan negara-negara mitranya di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Peluncuran yang digelar di Los Angeles—salah satu kota tuan rumah—menghadirkan sesuatu yang berbeda. Adidas mengusung tema besar: kembalinya nuansa era 1990-an yang ikonik.
Bukan tanpa alasan. Piala Dunia 2026 menjadi momen spesial karena menandai kembalinya logo trefoil klasik Adidas, yang terakhir kali digunakan di ajang Piala Dunia 1990 di Italia.
Sentuhan Retro yang Penuh Cerita
Dalam koleksi terbaru ini, Adidas tidak sekadar merancang jersey, tetapi juga menghadirkan nostalgia. Pola, warna, hingga detail desain dibuat untuk menghidupkan kembali estetika khas 90-an yang berani dan penuh karakter.
Sebanyak 25 federasi sepak bola masuk dalam koleksi ini, termasuk 13 negara yang sudah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.
Meksiko: Warisan Budaya dalam Desain Modern
Sebagai salah satu tuan rumah, Meksiko tampil dengan desain yang sarat makna budaya. Jersey tandang mereka hadir dalam warna abu-abu dan putih, dihiasi pola geometris halus yang terinspirasi dari “grecas”, motif khas seni dan arsitektur Meksiko.
Aksen merah dan hitam di bagian kerah memberikan sentuhan kontras yang kuat—sekaligus menjadi benang merah dari banyak desain dalam koleksi ini.
Meski begitu, untuk laga pembuka melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca pada 11 Juni, Meksiko diprediksi tetap mengenakan jersey kandang hijau ikonik mereka.
Argentina: Jersey Bersejarah untuk Messi?
Sorotan juga tertuju pada Argentina. Selain berstatus juara bertahan, turnamen ini diperkirakan menjadi Piala Dunia terakhir Lionel Messi.
Jersey tandang terbaru Argentina tampil berani dengan warna dasar hitam, dipadukan motif floral dan tanaman berwarna biru. Desain ini memberi kesan elegan sekaligus emosional—seolah menjadi penanda era terakhir sang legenda.
Italia dan Jamaika: Menunggu Kepastian Lolos
Menariknya, tidak semua negara dalam koleksi ini sudah dipastikan tampil di Piala Dunia 2026 dikutip Antara.
Italia, misalnya, masih harus berjuang melalui playoff Eropa. Jika lolos, mereka akan mengenakan jersey biru muda dan putih yang terinspirasi dari jas formal khas tim nasional, lengkap dengan aksen emas sebagai simbol empat gelar juara dunia.
Sementara itu, Jamaika juga masih berjuang lewat playoff antarkonfederasi. Jersey mereka yang terinspirasi dari legenda musik Bob Marley sudah lebih dulu menarik perhatian dan berpotensi jadi salah satu yang paling unik di turnamen nanti.
Lebih dari Sekadar Jersey
Peluncuran ini menjadi lanjutan dari rilisan jersey kandang yang diperkenalkan pada November lalu. Namun, koleksi tandang kali ini terasa lebih emosional—karena menggabungkan elemen sejarah, budaya, dan identitas nasional.
Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, menjadikannya salah satu edisi terbesar dalam sejarah sepak bola.
Dengan desain yang kuat dan penuh cerita, jersey-jersey ini bukan hanya seragam pertandingan—melainkan juga bagian dari perjalanan sejarah yang akan dikenang.