Loading
Komisioner Komnas Disabilitas Jonna Aman Damanik berdiskusi dengan Ketua Umum Special Olympics Warsito Ellwein di Kantor Komnas Disabilitas, Kamis (30/4/2026). (Foto: Istimewa)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Komisi Nasional Disabilitas (KND) menyerukan dukungan lintas sektor untuk menyukseskan ajang Special Olympics Indonesia, khususnya menjelang Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) yang akan digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Oktober 2026.
Komisioner KND, Jonna Aman Damanik, menegaskan bahwa kegiatan olahraga bertaraf nasional hingga internasional bagi atlet disabilitas intelektual membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak.
“Kegiatan bertaraf nasional dan internasional dari Special Olympics Indonesia sepantasnya didukung semua pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, swasta, tokoh masyarakat, hingga DPRD. KND siap bersinergi sesuai amanah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016,” ujar Jonna.
Dorong Kolaborasi Lintas Kementerian
KND mendukung langkah SOIna yang menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan untuk memperkuat koordinasi dengan berbagai kementerian, antara lain:
Sinergi ini penting untuk memastikan perlindungan berbasis HAM sekaligus mendukung rehabilitasi sosial yang produktif bagi atlet disabilitas intelektual, termasuk penyandang down syndrome dan autisme.
Sebelumnya, KND juga telah memantau pemenuhan hak keolahragaan atlet disabilitas fisik di bawah National Paralympic Committee Indonesia dalam ajang ASEAN.
Pesonas 2026: Tantangan dan Harapan
Ketua Umum SOIna, Warsito Ellwein, mengungkapkan bahwa Pesonas 2026 di Kupang akan menjadi momentum penting bagi atlet disabilitas intelektual menuju panggung global.
Ajang ini rencananya akan diikuti perwakilan dari 30 provinsi dan mempertandingkan 7 cabang olahraga. Namun hingga kini, partisipasi masih menghadapi tantangan:
“Banyak atlet dari daerah pelosok memiliki keterbatasan akses, namun mampu meraih prestasi luar biasa di tingkat nasional dan Asia Pasifik,” ujar Warsito.
Sebagian besar kontingen masih berangkat secara mandiri dan swadaya. Pemerintah daerah NTT melalui APBD diharapkan dapat membantu fasilitas dasar seperti akomodasi, layanan medis, dan transportasi selama penyelenggaraan.
SOIna juga membuka peluang skema pendanaan alternatif, termasuk penggalangan dana melalui kegiatan amal seperti gala dinner dan lelang karya seni.
Menuju World Summer Games 2027
Pesonas 2026 menjadi tahap penting menuju Special Olympics World Summer Games 2027 di Santiago, Chile.
Jika pada ajang di Berlin 2023 Indonesia hanya mengirim 25 atlet, maka pada 2027 SOIna menargetkan pengiriman hingga 63 atlet dari berbagai cabang olahraga.
Kompetisi ini menjadi simbol inklusi global sekaligus representasi Indonesia dalam memperjuangkan hak dan martabat sekitar 5,2 juta penyandang disabilitas intelektual di Tanah Air.
Harapan Audiensi dengan Presiden
SOIna juga telah mengirim surat permohonan audiensi kepada Prabowo Subianto melalui Sekretariat Negara.Hari Subagyo menyampaikan harapan agar para atlet dapat bertemu langsung dengan Presiden.
“Kami percaya jika surat kami sampai kepada beliau, Presiden Prabowo akan berkenan menerima adik-adik atlet bertalenta di tengah kesibukannya,” ujar Hari.
Dukungan terhadap Special Olympics bukan sekadar agenda olahraga, melainkan bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan masyarakat inklusif, adil, dan bermartabat bagi seluruh warga negara.