Debut Manis Dewa United di BCL Asia-East 2026 Berakhir dengan Posisi Empat Besar


 Debut Manis Dewa United di BCL Asia-East 2026 Berakhir dengan Posisi Empat Besar Ilustrasi - Pebasket Dewa United Banten Troy Akeem Gillenwater (kanan) berusaha melempar bola ke keranjang yang diadang pebasket Bogor Hornbills Travin Marquell Thibodeaux (kiri) pada pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) 2026 di Dewa United Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (9/5/2026). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/tom.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Perjalanan impresif Dewa United Banten di ajang Basketball Champions League (BCL) Asia-East 2026 harus ditutup dengan hasil kurang memuaskan. Klub asal Indonesia itu finis di posisi keempat setelah kalah dari wakil Mongolia, Chinggis Broncos, pada laga perebutan tempat ketiga.

Bermain di Arena Indoor Stadion Larkin, Johor Bahru, Malaysia, Minggu (24/5/2026), Dewa United harus mengakui keunggulan Chinggis Broncos dengan skor cukup telak 66-84.

Meski gagal membawa pulang posisi tiga besar, pencapaian Dewa United tetap layak diapresiasi. Pasalnya, ini menjadi debut mereka di kompetisi BCL Asia-East dan langsung berhasil menembus babak semifinal.

Sebelum bertemu di laga perebutan tempat ketiga, kedua tim sama-sama tersingkir di semifinal. Dewa United sebelumnya kalah dari Taoyuan Pauian Pilots asal Taiwan, sedangkan Chinggis Broncos dihentikan South China dari Hong Kong.

Pertandingan berlangsung ketat sejak awal laga. Pada kuarter pertama, kedua tim saling berbalas poin dalam tempo cepat. Namun, Chinggis Broncos mampu menutup kuarter dengan keunggulan tipis 20-15.

Memasuki kuarter kedua, Dewa United mulai menemukan ritme permainan. Serangan-serangan cepat yang dibangun berhasil memangkas selisih angka hingga membuat pertandingan semakin terbuka. Meski begitu, Chinggis Broncos tetap mampu menjaga keunggulan tipis dan menutup paruh pertama dengan skor 47-46.

Dewa United sempat memberikan harapan pada kuarter ketiga. Mereka bahkan berhasil membalikkan keadaan menjadi 51-47 lewat permainan agresif dan pertahanan yang lebih solid dikutip Antara.

Sayangnya, momentum tersebut tidak bertahan lama. Chinggis Broncos yang berstatus juara bertahan BCL Asia-East kembali menunjukkan kualitas mereka. Tim asal Mongolia itu perlahan mengambil alih kendali permainan dan menutup kuarter ketiga dengan keunggulan 65-55.

Pada kuarter terakhir, Chinggis Broncos tampil semakin dominan. Mereka sukses membatasi produktivitas poin Dewa United sambil terus menambah keunggulan hingga akhirnya memastikan kemenangan 84-66.

Walau harus puas di posisi keempat, kiprah Dewa United di BCL Asia-East 2026 menjadi sinyal positif bagi perkembangan klub basket Indonesia di level Asia. Penampilan mereka sepanjang turnamen menunjukkan bahwa klub Indonesia mampu bersaing dengan tim-tim kuat kawasan Asia Timur.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru