Final UECL 2026: Misi Perpisahan Oliver Glasner Bersama Crystal Palace Berakhir Manis?


 Final UECL 2026: Misi Perpisahan Oliver Glasner Bersama Crystal Palace Berakhir Manis? Pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner. cpfc.co.uk/pri.

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Final UEFA Conference League 2026 bukan sekadar perebutan trofi Eropa. Bagi Crystal Palace, laga melawan Rayo Vallecano di Stadion Red Bull Arena Leipzig, Jerman, Kamis (28/5/2026) pukul 02.00 WIB, menjadi panggung emosional untuk mengantar Oliver Glasner menutup perjalanannya bersama klub dengan cara terbaik.

Pelatih asal Austria itu akan menjalani laga terakhirnya bersama The Eagles setelah dua musim penuh cerita dan pencapaian bersejarah. Jika berhasil menang, Glasner tak hanya mempersembahkan trofi Eropa pertama untuk Palace, tetapi juga meninggalkan warisan besar yang sulit dilupakan para pendukung klub London tersebut.

Sejak datang menggantikan Roy Hodgson pada Februari 2024, Glasner langsung membawa perubahan signifikan. Pada musim pertamanya, Crystal Palace finis di posisi ke-10 Liga Inggris dengan torehan 49 poin. Dalam 13 pertandingan awal di bawah arahannya, Palace hanya menelan tiga kekalahan.

Namun pencapaian terbesar datang setahun kemudian. Pada 17 Mei 2025, Palace mencetak sejarah dengan menjuarai FA Cup setelah mengalahkan lawannya di final lewat gol tunggal Eberechi Eze. Trofi itu menjadi gelar mayor pertama klub sejak berdiri pada 1861.

Momentum positif berlanjut ketika Palace sukses menjuarai FA Community Shield usai mengalahkan Liverpool lewat drama adu penalti dengan skor 3-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu.

Kini, Glasner tinggal selangkah lagi menambah koleksi trofi sekaligus menghadirkan “happy ending” sempurna dalam masa baktinya di Selhurst Park.

Jika Crystal Palace mampu mengangkat trofi UEFA Conference League, mereka juga berhak tampil di UEFA Europa League musim depan. Sebuah pencapaian luar biasa bagi klub yang selama ini jarang diperhitungkan dalam persaingan elite Eropa.

Glasner mengaku akan tetap mendukung Palace meski nanti sudah tak lagi berada di pinggir lapangan bersama mereka.

“Saya ingin melihat mereka bermain di Liga Europa dengan keyakinan bahwa mereka juga bisa memenangkannya. Itu akan membuat saya sangat bahagia,” ujar Glasner.

Jalan Berliku Crystal Palace ke Final

Perjalanan Crystal Palace menuju final UEFA Conference League musim ini tidak berjalan mudah. Mereka bahkan harus melewati babak play-off setelah hanya finis di posisi ke-10 fase liga dengan 10 poin.

Palace kemudian menyingkirkan wakil Bosnia-Herzegovina dengan agregat 3-1 sebelum bertemu AEK Larnaca di babak 16 besar.

Sempat kalah 0-1 di fase liga dari klub asal Siprus tersebut, Palace akhirnya membalas pada fase gugur dengan kemenangan dramatis 2-1 lewat babak tambahan waktu.

Setelah itu, performa Palace semakin stabil. Mereka mengalahkan Fiorentina dengan agregat 4-1 di perempat final dan menyingkirkan Shakhtar Donetsk dengan agregat meyakinkan 5-2 di semifinal.

Ismaila Sarr, Eberechi Eze, hingga lini tengah Palace tampil konsisten menjadi motor kebangkitan tim sepanjang kompetisi.

Rayo Vallecano Datang dengan Mental Kuda Hitam

Di sisi lain, Rayo Vallecano juga menciptakan kisah dongeng musim ini. Klub asal Spanyol itu untuk pertama kalinya tampil di final kompetisi Eropa.Berbeda dengan Palace, Rayo langsung lolos ke fase gugur setelah finis di posisi kelima klasemen liga dengan 13 poin.

Perjalanan mereka juga penuh drama. Samsunspor disingkirkan dengan agregat tipis 3-2 di babak 16 besar, sementara AEK Athens nyaris melakukan comeback sensasional di perempat final.

Beruntung, gol Isi Palazon memastikan Rayo tetap lolos dengan agregat 4-3.

Di semifinal, Rayo tampil solid saat menghadapi Strasbourg. Striker Alexandre Zurawski menjadi pembeda setelah mencetak gol pada dua leg semifinal untuk membawa klub Spanyol itu menang agregat 2-0.

Pelatih Rayo Vallecano, Inigo Perez, mengakui laga final nanti menjadi momen terbesar dalam sejarah klub.

“Kami masih seperti melayang setelah apa yang kami capai. Sekarang langkah terakhir ada di Leipzig dan kami berharap kisah ini berakhir bahagia,” kata Perez dikutip Antara.

Meski Crystal Palace lebih dijagokan, Perez menegaskan sepak bola selalu penuh kejutan.

Pengalaman Glasner Jadi Pembeda?

Di atas kertas, pengalaman Oliver Glasner di kompetisi Eropa menjadi salah satu faktor yang membuat Crystal Palace sedikit lebih diunggulkan.

Sebelumnya, ia pernah membawa Eintracht Frankfurt menjuarai Liga Europa musim 2021/2022. Pengalaman tampil di laga besar membuat Glasner diyakini mampu menjaga mental para pemain Palace tetap stabil dalam tekanan final.

Bagi Palace, laga ini bukan hanya soal trofi. Ini adalah kesempatan untuk mengubah status klub menjadi kekuatan baru di Eropa.

Sementara bagi Glasner, final UEFA Conference League 2026 bisa menjadi persembahan terakhir yang sempurna sebelum mengucapkan selamat tinggal.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru