Loading
Tampilan mobil Ferrari. Dalam foto ini Ferrari 12Cilindri Rosso Imola. (Ferrari)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ferrari dikabarkan siap membawa kembali sensasi berkendara klasik lewat transmisi manual setelah hampir dua dekade meninggalkannya. Pabrikan mobil sport asal Italia itu disebut tengah menyiapkan versi tiga pedal dari Ferrari 12Cilindri yang berpotensi meluncur pada musim panas 2026.
Laporan Motor1 pada Selasa (26/5/2026) waktu setempat menyebutkan bahwa mobil tersebut bisa menjadi Ferrari manual pertama yang diproduksi lagi sejak 2007. Kabar ini langsung menarik perhatian para penggemar otomotif, terutama pencinta mobil sport dengan pengalaman berkendara yang lebih “raw” dan emosional.
The Supercar Blog bahkan menyebut Ferrari 12Cilindri versi manual bisa diperkenalkan paling cepat pada Juli tahun ini. Jika benar terealisasi, maka model tersebut akan menjadi GT V12 flagship Ferrari pertama yang kembali menggunakan transmisi manual dalam hampir 20 tahun terakhir.
Meski begitu, Ferrari diyakini tidak akan menjual model ini secara massal. Produksinya kemungkinan dibatasi hanya beberapa ratus unit dan ditujukan khusus bagi pelanggan kelas atas atau kolektor eksklusif Ferrari.
Berdasarkan dokumen pengajuan merek dagang yang beredar, mobil ini disebut-sebut bakal memakai nama 12Cilindri “MM”. Mobil tersebut dikabarkan tetap mengusung mesin V12 6,5 liter naturally aspirated (NA) bertenaga 819 hp, namun dipadukan dengan konfigurasi tiga pedal yang menghadirkan sensasi berkendara klasik khas mobil manual.
Kombinasi mesin V12 berperforma tinggi dan transmisi manual tentu menjadi daya tarik tersendiri di tengah tren industri otomotif yang semakin mengarah ke elektrifikasi dan sistem otomatis penuh.
Menariknya, Ferrari ternyata tidak hanya menyiapkan mobil manual konvensional. Laporan CarBuzz mengungkap bahwa Ferrari juga tengah mengembangkan teknologi transmisi manual digital.
Teknologi ini disebut menggunakan pedal kopling elektronik yang mampu meniru sensasi kopling manual tradisional, termasuk tekanan dan pantulan saat pedal diinjak. Dengan begitu, pengemudi tetap bisa merasakan pengalaman mengemudi ala mobil manual meski kendaraan menggunakan sistem modern.
Teknologi tersebut diperkirakan bakal diterapkan pada mobil listrik performa tinggi Ferrari di masa depan, termasuk model yang disebut-sebut bernama Luce.
Langkah Ferrari menghadirkan kembali nuansa manual dinilai sebagai upaya menjaga emosional berkendara di tengah era mobil listrik dan otomatis yang semakin mendominasi pasar otomotif dunia.