Pembalap Slovenia dari UAE Team Emirates - XRG, Tadej Pogacar, merayakan kemenangannya di podium dengan mengenakan jersey kuning sebagai pemimpin klasemen keseluruhan setelah etape ke-17 edisi ke-113 balap sepeda Tour de France, sejauh 174,7 km antara Chambéry dan Voiron di Pegunungan Alpen Prancis, Rabu (22/7/2026). (ANTARA/AFP/Loic Venance).
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Tadej Pogacar kembali menunjukkan ketangguhannya di Tour de France 2026. Pembalap UAE Emirates XRG itu sukses mempertahankan jersey kuning sekaligus tetap memimpin klasemen umum setelah menyelesaikan etape ke-17 dari Chambéry menuju Voiron, Rabu (22/7/2026).
Etape sepanjang 174,7 kilometer tersebut berlangsung dengan tempo tinggi. Serangan demi serangan terjadi sejak awal balapan hingga membuat peloton beberapa kali terpecah. Namun, Pogacar tetap tenang dan selalu berada di kelompok para kandidat juara sehingga tidak kehilangan waktu dari para pesaing utamanya.
"Saya memang sudah memperkirakan ini akan menjadi hari yang berat dengan pertarungan hingga setelah tanjakan. Itu benar-benar etape yang sulit," ujar Pogacar seperti dikutip dari laman resmi Tour de France.
Baca juga:
Tim Merlier Juara Etape 7 Tour de France 2026, Menyalip di Detik Terakhir dan Taklukkan BordeauxMenurut pembalap asal Slovenia itu, terpecahnya rombongan di sektor turunan merupakan bagian yang lazim dalam dinamika balapan. Situasi tersebut justru menjadi awal terbentuknya kelompok breakaway yang kemudian melaju di depan.
"Saya rasa tidak ada yang benar-benar ingin berkomitmen ketika rombongan mulai terpecah di turunan. Setelah kami tiba di bagian bawah, barulah breakaway terbentuk. Itu hal yang normal," katanya.
Baca juga:
Tim Merlier Juara Etape 7 Tour de France 2026, Menyalip di Detik Terakhir dan Taklukkan BordeauxSepanjang etape, Pogacar terus mengawasi pergerakan para pesaing terdekatnya dalam perebutan gelar juara, di antaranya Remco Evenepoel, Paul Seixas, Juan Ayuso, dan Mattias Skjelmose. Sementara itu, Isaac del Toro dan Tom Pidcock sempat berada di kelompok pengejar pada paruh awal balapan.
Di balik keberhasilannya mempertahankan posisi puncak, Pogacar mengaku sempat mengkhawatirkan kondisi rekan setimnya, Adam Yates. Pembalap asal Inggris itu tertinggal dari peloton sekitar 65 kilometer menjelang garis finis setelah mengalami gangguan kesehatan.
Baca juga:
Tim Merlier Juara Etape 7 Tour de France 2026, Menyalip di Detik Terakhir dan Taklukkan BordeauxPogacar menjelaskan bahwa Yates sempat sakit sehari sebelum etape berlangsung. Meski kondisinya membaik pada pagi hari, dampak dari kondisi tersebut masih terasa selama balapan.
"Dia sakit kemarin pagi dan sudah menderita sejak kemarin. Pagi ini dia terlihat jauh lebih baik, tetapi setelah mengalami hari yang buruk, dampaknya memang bisa terasa kemudian. Saya berharap dia tidak terlalu memaksakan diri dan bisa lebih baik besok," ujar Pogacar dikutip Antara.
Sementara itu, kemenangan etape ke-17 menjadi milik pembalap Belgia Jasper Philipsen dari Alpecin-Premier Tech. Ia tampil tercepat dalam sprint menuju garis finis di Voiron.
Meski demikian, hasil etape ini tidak mengubah persaingan di papan atas klasemen umum. Pogacar tetap nyaman mengenakan jersey kuning dan membawa modal penting menuju etape-etape pegunungan yang diprediksi menjadi penentu juara Tour de France 2026.