Mobil Terbang GAC GOVY AirCab Siap Diproduksi Massal pada 2026


 Mobil Terbang GAC GOVY AirCab Siap Diproduksi Massal pada 2026 Mobil Terbang GAC GOVY AirCab Siap Diproduksi Massal pada 2026. (Antaranews)

HONG KONG, ARAHKITA.COM - Produsen otomotif asal China, GAC Group, menargetkan produksi massal dan penjualan mobil terbang pertamanya, GAC GOVY AirCab, akan dimulai pada akhir 2026. Kendaraan ini baru saja diperkenalkan secara global dalam ajang Hong Kong International Auto and Supply Chain Expo 2025 yang berlangsung pada 12–15 Juni.

Anak perusahaan GAC, GAC AION Indonesia, dalam siaran persnya mengatakan bahwa mobil terbang tersebut kini dalam tahap sertifikasi kelaikan udara dan dijadwalkan memulai uji operasi terbatas pada akhir 2025.

Presiden GAC International, Wei Haigang, menyebut AirCab sebagai langkah strategis menuju era baru transportasi. “Ini bukan sekadar mobil terbang, tapi simbol nyata masa depan mobilitas global,” ujarnya.

GAC GOVY AirCab dirancang sebagai kendaraan udara dua penumpang dengan desain futuristik dan teknologi canggih. Mobil ini menggunakan enam rotor utama dengan total 12 baling-baling, serta pintu gull-wing yang ikonik. Harga jualnya berada di bawah 1,69 juta yuan atau sekitar Rp3,8 miliar, dan sudah dapat dipesan mulai sekarang.

Fitur andalan AirCab meliputi pengisian daya super cepat, di mana baterai dapat terisi penuh hanya dalam 25 menit. Dengan jarak tempuh hingga 30 kilometer dan kemampuan terbang di ketinggian di bawah 300 meter, mobil ini juga dilengkapi sistem autopilot Level 4 yang memiliki kekuatan komputasi lebih dari 500 TOPS dan jangkauan sensor hingga 300 meter.

AirCab dibangun dengan material ringan dan kuat, dengan 90 persen struktur badannya terbuat dari serat karbon kelas penerbangan. Kendaraan ini juga mengusung sistem kontrol penerbangan redundan, pemantauan real-time, serta sistem inspeksi berbasis cloud untuk menjamin keamanan selama penerbangan.

Wei menambahkan, inovasi ini menjadi peluang besar bagi negara-negara seperti Indonesia untuk berpartisipasi dalam revolusi mobilitas udara-darat di masa depan.

"Kami percaya bahwa inovasi ini akan memperkuat posisi GAC di dunia dan membuka jalan bagi negara-negara seperti Indonesia untuk ikut serta dalam revolusi udara-darat ini," kata Wei Haigang dikutip Antara.

 

 

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Otomotif Terbaru