Harley-Davidson Lawas Milik Aktor Jason Momoa Kini Bertenaga Listrik dan Hybrid


 Harley-Davidson Lawas Milik Aktor Jason Momoa Kini Bertenaga Listrik dan Hybrid Aktor Hollywood Jason Momoa mengendarai salah satu Harley hybrid rakitan. (Dok. Electrogenic)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Aktor Hollywood Jason Momoa kembali menarik perhatian lewat proyek modifikasi kendaraan yang tak biasa. Bintang film "Aquaman" itu kali ini mengubah sejumlah kendaraan klasik koleksinya menjadi kendaraan listrik dan hybrid, sekaligus menunjukkan komitmennya terhadap teknologi ramah lingkungan.

Jika sebelumnya Momoa pernah mengonversi Rolls-Royce Phantom II tahun 1929 menjadi mobil listrik serta menciptakan Bentley Blower versi elektrik, kini ia menggandeng perusahaan konversi kendaraan listrik asal Inggris, Electrogenic, untuk mengerjakan proyek yang lebih ambisius.

Dilaporkan Carscoops pada Senin (8/6/2026), proyek tersebut menjadi bagian dari musim kedua serial dokumenter "On The Roam". Dalam proyek ini, Electrogenic mengerjakan lima kendaraan klasik sekaligus, terdiri dari dua unit Land Rover lawas dan tiga sepeda motor Harley-Davidson yang usianya hampir mencapai satu abad.

Tak hanya itu, perusahaan tersebut juga merancang trailer petualangan bertenaga baterai yang dirancang untuk menunjang perjalanan jarak jauh di alam terbuka.

Salah satu aspek paling menarik dari proyek ini adalah modifikasi pada motor Harley-Davidson. Berbeda dengan tren konversi kendaraan listrik yang umumnya mengganti seluruh mesin bensin, Electrogenic justru mempertahankan mesin asli pada dua unit Harley-Davidson Model JD dan mengubahnya menjadi kendaraan plug-in hybrid (PHEV).

Melalui sistem tersebut, Momoa dapat memilih menggunakan tenaga listrik sebesar 15 hp (11 kW), tenaga mesin bensin asli sebesar 20 hp (15 kW), atau memadukan keduanya untuk mendapatkan performa yang lebih optimal.

Motor listrik yang digunakan juga menghasilkan torsi hingga 260 Nm. Angka ini cukup besar untuk menghilangkan kebutuhan penggunaan kick starter tradisional yang selama ini menjadi ciri khas motor klasik.

Sementara itu, Harley-Davidson Model FD keluaran 1921 mendapatkan perlakuan berbeda. Karena mesin aslinya sudah tidak bisa diperbaiki, motor tersebut dikonversi sepenuhnya menjadi kendaraan listrik.

Meski mengusung teknologi modern, tampilan klasik motor tetap dipertahankan. Baterai berkapasitas 2,7 kWh disembunyikan di dalam tas samping bergaya vintage sehingga tidak mengganggu desain orisinal kendaraan.

Dengan konfigurasi tersebut, motor mampu menempuh jarak lebih dari 80 kilometer dalam mode listrik. Sistem pengeremannya pun telah diperbarui menggunakan teknologi modern untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Di sektor roda empat, Electrogenic mengubah Land Rover Series I dan Land Rover Series IIA 109 Dormobile menjadi kendaraan listrik penuh. Menariknya, sistem penggerak empat roda serta transfer case asli tetap dipertahankan agar kemampuan jelajah off-road khas Land Rover tidak hilang.

Land Rover Series I dibekali baterai 48 kWh yang dipadukan dengan motor listrik bertenaga 201 hp. Sementara Dormobile menggunakan baterai lebih besar berkapasitas 62 kWh dengan tenaga 161 hp.

Kedua kendaraan tersebut diklaim mampu menempuh jarak sekitar 240 kilometer dalam penggunaan nyata dan sudah mendukung teknologi pengisian cepat CCS.

Perubahan juga dilakukan pada Dormobile yang dikenal sebagai kendaraan camper klasik. Kompor berbahan bakar gas diganti dengan kompor induksi listrik, menjadikannya salah satu camper klasik yang sepenuhnya mengandalkan tenaga listrik.

Untuk mendukung petualangan di alam bebas, Momoa juga membekali trailer kemah Schutt Industries XVENTURE XV-2 miliknya dengan baterai berkapasitas 93 kWh. Trailer tersebut diklaim mampu menyuplai listrik bagi berbagai peralatan berkemah hingga satu bulan penuh.

Selain menjadi sumber daya mandiri selama berkemah, trailer itu juga dapat berfungsi sebagai stasiun pengisian daya bergerak bagi kendaraan listrik yang digunakan dalam perjalanan.

Lewat proyek ini, Jason Momoa tidak hanya menghadirkan inovasi pada kendaraan klasik, tetapi juga menunjukkan bahwa teknologi elektrifikasi dapat diterapkan tanpa harus menghilangkan karakter dan nilai historis sebuah kendaraan legendaris.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Otomotif Terbaru