Loading
Tangkapan layar Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidatonya dalam Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (Youtube Parlemen)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Khamenei, yang disebut tewas dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Puan saat membuka Rapat Paripurna DPR RI dalam rangka Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPR RI, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Yang Mulia Ayatullah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, yang gugur dalam serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran,” ujar Puan dalam pidatonya.
Menurut Puan, Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, turut menyampaikan simpati kepada rakyat Iran atas peristiwa tersebut.
Ia menilai dunia saat ini sedang menghadapi dinamika geopolitik yang semakin kompleks, di mana konflik antarnegara kerap melibatkan penggunaan kekuatan militer dan persaingan kekuatan global.
Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, kata Puan, bukan hanya persoalan kepentingan regional, tetapi juga mencerminkan tantangan besar dalam tata kelola hubungan internasional ke depan.
“Eskalasi militer yang terjadi menunjukkan bahwa prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara sering kali terabaikan,” ujarnya.
Ketegangan Global dan Tantangan Sistem Keamanan Dunia
Puan menilai meningkatnya konflik bersenjata dalam hubungan internasional saat ini memperlihatkan sejumlah persoalan mendasar, termasuk dominasi negara tertentu terhadap negara lain serta lemahnya peran lembaga multilateral dalam mencegah konflik.
Situasi tersebut, menurutnya, menjadi pengingat pentingnya memperkuat sistem hukum internasional serta meningkatkan peran lembaga global dalam menjaga stabilitas dunia.
“Dunia membutuhkan mekanisme yang lebih kuat untuk memastikan keadilan, stabilitas, dan penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara,” kata Puan.
DPR RI, lanjutnya, mendukung berbagai upaya diplomasi internasional agar semua pihak dapat menahan diri dan menghindari eskalasi konflik yang lebih luas. Penyelesaian sengketa antarnegara diharapkan tetap mengedepankan jalur damai dan dialog.
DPR RI Desak Peran Aktif PBB
Dalam kesempatan tersebut, DPR RI juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil langkah konkret dalam menjaga penghormatan terhadap hukum internasional, melindungi masyarakat sipil, serta menjaga perdamaian dan stabilitas global.
Selain itu, parlemen Indonesia menegaskan pentingnya pemerintah Indonesia terus menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif secara konsisten dan konstruktif dalam merespons dinamika geopolitik dunia dikutip Antara.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar Indonesia tetap mampu menjaga kepentingan nasional sekaligus berperan dalam menciptakan perdamaian global.
Klaim Donald Trump dan Respons Iran
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).
Melalui media sosial, Trump menyebut Khamenei sebagai “salah satu orang paling jahat dalam sejarah” dan menyatakan bahwa sistem intelijen Amerika Serikat berhasil melacak keberadaan pemimpin Iran tersebut. Namun, pernyataan tersebut tidak disertai bukti rinci.
Sementara itu, pemerintah Iran kemudian mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan menetapkan libur kerja selama satu minggu setelah wafatnya Ali Khamenei dalam serangan tersebut, sebagaimana dilaporkan kantor berita Fars pada Minggu (1/3/2026).
Peristiwa ini pun menjadi perhatian dunia dan kembali menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.