Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara Jakarta, Senin (20/7/2026). ANTARA/HO-YouTube Sekretariat Presiden/Aditya Ramadhan
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden Prabowo Subianto menggelar Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), sebagai momentum penting untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan. Sidang ini digelar menjelang penyampaian pidato kenegaraan pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Agustus mendatang. Menurut Prabowo, evaluasi diperlukan agar seluruh jajaran pemerintah memiliki gambaran utuh mengenai capaian yang telah diraih sekaligus tantangan yang masih harus diselesaikan.
Dalam arahannya kepada para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Prabowo mengatakan sidang tersebut merupakan bagian dari tradisi pemerintahan menjelang pidato kenegaraan Presiden di hadapan rakyat Indonesia.
"Saya sengaja melaksanakan Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun 2026 menjelang 17 Agustus, di mana Presiden Republik Indonesia secara tradisi menyampaikan kepada seluruh bangsa apa yang sudah dikerjakan selama satu tahun kerja," ujar Prabowo.
Menurut Presiden, forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi seluruh jajaran kabinet untuk melihat kembali berbagai program yang telah dijalankan selama hampir dua tahun pemerintahan.
Prabowo mengakui ritme kerja pemerintah berlangsung sangat cepat sehingga terkadang para menteri tidak menyadari banyaknya pekerjaan yang telah berhasil diselesaikan.
Ia menegaskan sejak awal pemerintah menyadari bahwa mandat dari rakyat bukanlah tugas yang ringan. Selain menghadapi persoalan dalam negeri, pemerintah juga harus merespons dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Meski demikian, Prabowo menekankan pemerintah tidak ingin menghabiskan energi dengan membandingkan kinerja pemerintahan saat ini dengan pemerintahan sebelumnya.
"Kita tidak bermaksud mencari kesalahan, tidak bermaksud membanding-bandingkan. Tiap masa ada pemerintahnya, tiap pemerintah ada masanya, tiap masa ada pemimpinnya, tiap pemimpin punya masanya," kata Presiden.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengungkapkan bahwa selama sekitar 18 bulan pemerintahan, pemerintah telah berhasil menyelesaikan lebih dari 100 persoalan strategis yang sebelumnya menjadi tantangan nasional.
Menurutnya, pencapaian tersebut patut disyukuri, namun tidak boleh membuat pemerintah kehilangan sikap rendah hati.
"Hitungan terakhir lebih dari 108 sampai 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih, sekitar 18 bulan pemerintahan kita. Ini prestasi yang bukan kecil, tetapi kita tetap rendah hati dan tidak ingin menepuk dada," ujarnya dikutip Antara.
Prabowo menambahkan evaluasi secara berkala menjadi bagian penting dalam tata kelola pemerintahan. Dengan evaluasi tersebut, pemerintah dapat mengukur efektivitas program yang telah berjalan sekaligus menyiapkan langkah-langkah strategis menghadapi tahun kedua pemerintahan.
Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun diikuti para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih dengan agenda utama mengevaluasi pelaksanaan program prioritas nasional serta memastikan target-target pembangunan tetap berjalan sesuai rencana.