Makna Perkawinan dalam Berbagai Agama


  • Minggu, 15 September 2019 | 23:55
  • | Wedding
 Makna Perkawinan dalam Berbagai Agama Ilustrasi: Ijab kabul pernikahan menurut agama Islam. (Republika)

PERKAWINAN itu bermakna suci, mendasar, dan merupakan anugerah cinta dari Tuhan. Berikut makna perkawinan dari berbagai agama yang dirangkum dari berbagai referensi buku seperti “Agama-agama Dunia” terbitan Kanisius, Yogyakarta tentang aneka agama di dunia:

Agama HinduPerkawinan bermakna sebagai tanda dimulainya status “berumah tangga” dan upacara ini merupakan samskara yang ke-13. Upacara perkawinan dilaksanakan di sekitar api suci dan penuh dengan simbol-simbol. Dalam upacara, kedua mempelai berjalan mengelilingi api suci tujuh langkah sambil bergandengan tangan, dan pada setiap langkah mereka saling membuat janji. Hukum manu, suatu Kitab Suci, mengatakan bahwa seorang istri harus selalu mencintai dan menghormati suaminya, dan umat Hindu Ortodoks tidak mengijinkan perceraian apa pun alasannya.

Yudaisme (Yahudi)Perkawinan berarti bermakna pembentukan suatu rumah yang dibangun bersama-sama dan mempunyai nasib yang sama. Tujuan utama perkawinan adalah menciptakan lingkungan yang ideal bagi anak-anak tetapi juga dari kata-kata salah satu berkat perkawinan berbunyi “memberikan kegirangan dan kesenangan hati, keriangan dan kegembiraan yang meluap-luap, kegemaran dan suka cita, cinta damai dan persahabatan” kepada pasangannya. Dengan kata lain, perkawinan merupakan pusat kehidupan keluarga dan pembentukan pribadi para anggota keluarga sejahtera lahiriah dan batin.

Upacara perkawinan pada dasarnya sama pada seluruh tradisi Yahudi. Perkawinan sinagoga hanya diperuntukkan bagi pasangan laki-laki Yahudi dangan perempuan Yahudi. Perkawinan tidak boleh dilaksanakan pada hari Sabat atau hari raya lainnya. Upacara dimulai dengan pemberian tanda tangan pada surat nikah atau ketubah–yang menunjukkan tanggung jawab laki-laki tetapi tidak berisi janji-janji dari pihak perempuan.

Agama BudhaKonsep perkawinan dalam agama Budha tidak secara tegas dibahas. Namun perkawinan dapat dirumuskan sebagai hubungan suami-istri untuk memperoleh kesucian (vimakirti sutra). Salah satu pesan moral dari Lima Aturan yang menjadi pedoman moral setiap umat Budha adalah “Mereka tidak boleh menyalahgunakan seks”.

Agama KatolikPerkawinan adalah persatuan seumur hidup, yang diikat oleh perjanjian, antara seorang pria dan seorang wanita. Melalui perkawinan mereka menjadi suami-istri, berbagi kehidupan secara utuh, saling mengembangkan diri secara penuh dan dalam cinta melahirkan dan mendidik anak-anak (Gaudium et Spes 47-52).

Agama Kristen (Protestan)Perkawinan dipandang sebagai kesetiakawanan bertiga antara suami, istri di hadapan Allah. Perkawinan itu suci. Seorang pria dan seorang wanita membentuk rumah tangga karena dipersatukan oleh Allah. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Pada prinsipnya makna perkawinan dalam agama Kristen (Protestan) memiliki makna kesamaan, namun dalam ritus dan peraturannya berbeda. Peraturan perkawinan lebih longgar alias tidak seketat dan serumit dalam perkawinan dalam Katolik.

Agama IslamUmat Islam menganggap bahwa keluarga Islam adalah fondasi masyarakat dan perkawinan adalah tulang punggung kehidupan berkeluarga. Dalam masyarakat Muslim, seluruh keluarga terlibat dalam pemilihan pasangan perkawinan dan ketika perjanjian (akad), emas kawin dibayarkan oleh pengantian laki-laki atau ayahnya. Emas kawin merupakan perlindungan penting bagi pengantian perempuan karena baginya tidak mungkin mencari nafkah sendiri.

Dalam upacara perkawinan, suatu perjanjian antara pengantin laki-laki dan pengantin perempuan ditandatangani dengan disaksikan oleh dua saksi laki-laki. Dari berbagai makna perkawinan tersebut di atas, kita dapat melihat bahwa perkawinan itu pada dasarnya mempunyai makna penting, suci dan bertujuan untuk menggapai kebahagiaan dan kesejahteraan kehidupan berkeluarga.

Jadi, perkawinan bukan soal main-main seperti beli baju, kalau tidak cocok langsung diganti dengan yang baru, tetapi soal serius dalam mengejar kebaikan bagi keluarga, agama dan bangsa.Anda setuju?

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Wedding Terbaru