CEO Meta Mark Zuckerberg. ANTARA/Facebook/Mark Zuckerberg.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Raksasa teknologi Meta Platforms dikabarkan tengah mengembangkan aplikasi pasar prediksi (prediction market) sendiri yang digadang-gadang bakal menjadi pesaing platform populer seperti Polymarket.
Laporan yang pertama kali diungkap oleh The New York Times dan dikutip TechCrunch Selasa (23/6/2026) waktu setempat menyebutkan bahwa CEO Meta, Mark Zuckerberg, telah memberikan persetujuan untuk pengembangan proyek tersebut. Secara internal, aplikasi itu saat ini dikenal dengan nama "Arena".
Menurut sumber yang mengetahui proyek tersebut, Arena dirancang sebagai aplikasi mandiri dan tidak akan terintegrasi langsung dengan platform media sosial milik Meta. Meski demikian, bukan tidak mungkin layanan seperti Facebook atau Instagram nantinya digunakan untuk mengarahkan pengguna ke aplikasi tersebut.
Proyek Arena disebut sebagai salah satu prioritas utama perusahaan meski masih berada pada tahap eksperimental. Berbeda dengan platform pasar prediksi yang umumnya melibatkan transaksi uang, Meta disebut sedang mengembangkan konsep yang lebih berfokus pada sistem poin dan partisipasi pengguna.
Dalam skema yang sedang dirancang, pengguna dapat memperoleh poin dengan membuat prediksi yang tepat terhadap berbagai topik yang tersedia. Konsep tersebut dinilai lebih menyerupai permainan berbasis prediksi dibandingkan aktivitas perdagangan yang menggunakan uang sungguhan.
Meski begitu, laporan tersebut menyebutkan kemungkinan penggunaan uang dalam aplikasi masih terbuka untuk dikembangkan pada masa mendatang apabila regulasi dan strategi bisnis memungkinkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, pasar prediksi berkembang menjadi industri yang menarik perhatian investor maupun pengguna internet. Platform seperti Polymarket dan Kalshi mencatat pertumbuhan signifikan dengan volume transaksi yang mencapai puluhan miliar dolar AS hingga awal 2026.
Fenomena ini juga merambah ekosistem media sosial. Beberapa platform digital diketahui mulai memanfaatkan tren pasar prediksi sebagai sarana meningkatkan keterlibatan pengguna sekaligus menghadirkan model bisnis baru.
Namun, pesatnya perkembangan industri tersebut tidak lepas dari berbagai kontroversi dan tantangan hukum.
Seiring meningkatnya popularitas pasar prediksi, sejumlah kasus hukum juga bermunculan. Salah satu yang menyita perhatian adalah dugaan penggunaan informasi orang dalam oleh mantan perwira pasukan khusus Amerika Serikat, Gannon Ken Van Dyke, untuk memperoleh keuntungan dari prediksi terkait operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Selain itu, mantan anggota Kongres AS, George Santos, juga dilaporkan tengah menghadapi penyelidikan terkait aktivitas perdagangan di platform Kalshi.
Di tingkat regulasi, sejumlah negara bagian di Amerika Serikat telah mengajukan gugatan terhadap operator pasar prediksi karena dianggap memiliki unsur perjudian. Sejumlah negara lain, termasuk Indonesia, juga mengambil langkah pemblokiran terhadap beberapa platform sejenis karena dinilai berpotensi melanggar aturan mengenai perjudian daring.
Meski menghadapi berbagai tantangan, langkah Meta mengembangkan Arena menunjukkan bahwa perusahaan melihat pasar prediksi sebagai salah satu tren digital yang berpotensi berkembang di masa depan.