Loading
Lorens Yustian Gewar (Istimewa)
Oleh: Lorens Yustian Gewar
LAGA perdana babak perempat final Piala Dunia 2018, akan digelar malam nanti, pukul 21.00 WIB di Nizhny Novgorod Stadium. Laga ini akan mempertemukan dua tim besar yang pernah menjadi juara dunia. Uruguay, juara dunia tahun 1930 dan 1950 versus juara dunia tahun 1998, Prancis.
Inilah laga penuh gengsi yang dinanti-nantikan oleh para pecinta bola. Prancis yang lolos ke babak perempat final setelah berhasil menundukkan Argentina, 4-3 optimis dan akan keluar sebagai pemenang. Prancis akan tampil dengan kekuatan penuh seperti saat menghadapi Argentina.
Berbeda dengan Prancis, Uruguay diprediksi bakal turun tidak dengan kekuatan penuh karena salah satu ujung tombak andalannya, Edinson Cavani harus absen. Cavani masih dirundung cedera betis.
Prancis akan tampil dengan formasi andalannya, 4-2-3-1. Olivier Giroud tetap akan menjadi target-man yang akan didukung oleh Kylian Mbappe, Griezmann dan Dembele di belakangnya serta dari lapangan tengah, Pogba dan Kante siap mensuplai dengan umpan-umpan yang akurat. Kwartet Varane, Umtiti, Hernandez dan Pavard di lini pertahanan selain bertugas untuk memberikan rasa aman kepada sang kapten, Hugo Lloris di bawah mistar gawang, juga siap melakukan over lapping untuk mendukung rekan-rekan mereka di depan. Uruguay mesti mewaspadai serangan-serangan sporadis Giroud cs.
Para pendukung Prancis sangat berharap agar Kylian Mbappe, si 'Kijang muda Prancis' dapat kembali mengulangi kiprah briliannya dengan menciptakan 2 gol ketika Prancis melumat Argentina, 4-3 di fase gugur.
Namun harus diingat, bahwa La Celeste bukanlah Argentina. Tim asuhan Oscar Tabarez ini memiliki pertahanan yang tangguh dan rapi dibanding Tim Tango. Hal ini dapat dilihat dari 4 penampilannya sejak fase grup, Uruguay baru kebobolan satu kali. Diego Godin, sang kapten bersama Jose Gimenez, Caceres dan Varela adalah batu karang kokoh di sektor pertahanan Uruguay.
Seperti halnya Prancis, Uruguay pun optimis akan memenangkan laga ini sesuai target yang telah dipasang. "Uruguay datang ke Rusia untuk memainkan tujuh laga dan laga terakhir adalah laga final," tegas pelatih Oscar Tabares yang telah dua belas tahun melatih La Celeste.
Harus diakui bahwa tidak bisa diturunkannya Cavani merupakan sebuah kerugian besar bagi Uruguay namun Tabarez tetap optimis, masih ada Luiz Suarez. Tanpa Cavani, Uruguay akan bermain dengan ujung tombak tunggal, Suarez akan mengisi posisi ini.
Bila benar nantinya, Cavani tidak bisa diturunkan maka Christian Stuani akan menjadi pilihan untuk menggantikan Cavani, namun posisinya akan berada sedikit di belakang Suarez. Dari second-line ada Nahito, Vecino yang akan bekerja sama dengan Torreira dan Bentancur. Tanpa Cavani, Uruguay kemungkinan akan bermain dengan pola 4-3-2-1.
Bila saja Uruguay jeli, maka rentannya pertahanan Les Blues seperti yang terlihat dari penampilannya saat menghadapi Argentina harus bisa dimanfaatkan oleh anak anak anak asuh Tabares. Suarez dan Stuani diharapkan bisa menjadi pembongkar pertahanan tim asuhan Didier Deschamps.
Catatan rekor pertemuan kedua tim, dari 7 kali pertemuan terakhir mereka, Uruguay hanya mengalami 1 kali kalah. Namun dengan materi pemain yang ada saat ini, Tim Ayam Jago, Prancis tidak boleh dipandang enteng berdasarkan rekor pertemuan.
Nah, tim manakah yang nanti malam akan memenangkan laga ini? Serba belum pasti, yang sudah pasti adalah yang menang akan lolos ke babak semifinal. Selamat menonton.
Penulis adalah pengamat sepak bole, tinggal di Maumere, Flores, NTT