Loading
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyatakan peringatan satu abad Jam Gadang di Bukittinggi akan berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan seni budaya bertaraf Internasional. ANTARA/Al Fatah.
BUKITTINGGI, ARAHKITA.COM – Kota Bukittinggi bersiap menyambut momen bersejarah satu abad Jam Gadang dengan rangkaian festival seni, budaya, dan literasi bertaraf internasional. Perayaan besar ini dipastikan akan menghadirkan delegasi dari puluhan negara dan diproyeksikan menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Sumatera Barat tahun ini.
Pemerintah Kota Bukittinggi menyebutkan, peringatan 100 tahun Jam Gadang akan dikemas melalui ajang International Minangkabau Literacy Festival ke-4 (IMLF-4) yang berlangsung mulai 3 hingga 7 Juni 2026.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan, Jam Gadang kini tidak lagi hanya dikenal sebagai ikon wisata nasional, tetapi juga harus diperkenalkan lebih luas ke tingkat internasional.
“Jam Gadang tidak perlu dikenalkan secara nasional lagi, sudah harus dikenalkan di tingkat internasional,” ujarnya.
Sebanyak 259 delegasi dari 36 negara dijadwalkan hadir dalam festival tersebut. Negara-negara peserta datang dari berbagai belahan dunia seperti Australia, Inggris, Jerman, Rusia, India, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Spanyol, Palestina, hingga Yaman.
Festival ini mengusung tema “100 Years of Jam Gadang & From Literacy to Legacy: Building Wealth, Peace and Sustainability Learning”. Tema tersebut menegaskan bahwa perayaan seabad Jam Gadang bukan sekadar seremoni budaya, melainkan juga upaya membangun warisan literasi dan peradaban yang berkelanjutan.
Para peserta festival terdiri dari berbagai kategori, mulai dari delegasi umum, pembicara internasional, peluncur buku, pembaca puisi dunia, hingga pelaku pertunjukan seni tradisional.
Panggung Budaya dan Literasi Dunia
Selama lima hari pelaksanaan, kawasan Pasa Ateh dan pelataran Jam Gadang akan dipenuhi berbagai aktivitas budaya dan kreatif. Mulai dari pameran buku, bazar UMKM, pertunjukan seni, hingga aksi live painting yang melibatkan seniman dari berbagai daerah dan negara.
Seminar utama akan digelar di Balairung dengan fokus pembahasan sejarah serta eksistensi Jam Gadang dari berbagai perspektif budaya, pariwisata, dan literasi.
Tidak hanya itu, para delegasi juga dijadwalkan mengikuti aksi penanaman 100 pohon sebagai simbol keberlanjutan lingkungan. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pembacaan puisi bertema alam dan kunjungan wisata ke destinasi Tabiang Barasok.
Pada malam hari, suasana Kota Bukittinggi akan semakin meriah lewat Festival Randai dan pertunjukan seni tradisional Minangkabau di sekitar Jam Gadang.
Panitia juga menyiapkan pembukaan kaligrafi lukis sepanjang 100 meter, peluncuran 100 judul buku, serta seminar kebudayaan yang melibatkan berbagai tokoh nasional dan internasional.
Parade 1.000 Perempuan Minang hingga 100 Penyair Dunia
Salah satu agenda yang diprediksi paling menarik perhatian adalah parade 1.000 perempuan mengenakan busana adat Minangkabau yang akan memenuhi jalanan Kota Bukittinggi.
Selain itu, akan digelar pula World Poetry Reading yang menghadirkan 100 penyair dunia membacakan puisi di kawasan Jam Gadang.
Kegiatan literasi juga menyasar generasi muda melalui program IMLF Goes to School dan Wisata Edukasi Terintegrasi (WIDURI). Dalam agenda ini, para delegasi akan mengunjungi Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta untuk mengenal sejarah tokoh proklamator Indonesia lebih dekat.
Dorong UMKM dan Pariwisata Lokal
Pemerintah Kota Bukittinggi menargetkan festival internasional ini mampu menarik 500 hingga 1.000 pengunjung setiap harinya. Kehadiran wisatawan dan delegasi mancanegara diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi kreatif lokal, khususnya sektor UMKM.
Berbagai diskusi mengenai pariwisata dan ekonomi kreatif juga akan digelar untuk memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai destinasi budaya dan wisata internasional dikutip Antara.
Sebagai penutup, perayaan seabad Jam Gadang akan dimeriahkan dengan kegiatan olahraga rakyat bertajuk IMLF Jam Gadang Fun Run yang diperkirakan diikuti 1.500 hingga 2.000 pelari. Selain itu, lomba mewarnai untuk anak-anak juga akan digelar di sekitar kawasan ikon Kota Bukittinggi tersebut.
Pemerintah Kota Bukittinggi bersama panitia saat ini terus mematangkan seluruh persiapan teknis, mulai dari pembangunan panggung utama, sistem pencahayaan, hingga pengamanan acara agar festival berjalan lancar dan memberikan kesan terbaik bagi tamu dunia.
Perayaan ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar selebrasi ulang tahun Jam Gadang, tetapi juga tonggak penting lahirnya warisan budaya dan literasi yang membawa nama Bukittinggi semakin dikenal di panggung internasional.