Jumat, 30 Januari 2026

Hantu Kanungu, Tragedi Berdarah yang Diselimuti Misteri di Uganda


 Hantu Kanungu, Tragedi Berdarah yang Diselimuti Misteri di Uganda Bekas gereja dan reruntuhan – potret reruntuhan bangunan yang kini diselimuti vegetasi dan kuburan massal sebagai jejak sunyi tragedi. (Net)

DI SEBUAH desa kecil bernama Kanungu, Uganda, terletak ladang teh yang tampak biasa saja. Namun di balik hijaunya dedaunan itu, tersimpan kisah kelam yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Kisah tentang ratusan orang yang tewas mengenaskan dalam kobaran api, bisikan tentang nubuat kiamat, dan jejak "hantu-hantu" yang dipercaya masih menghantui tanah itu.

Api yang Membakar Iman

Pagi hari tanggal 17 Maret 2000, sekitar 500 orang berkumpul di sebuah gereja kecil milik kelompok keagamaan yang menamakan diri Movement for the Restoration of the Ten Commandments of God. Mereka meyakini hari itu adalah akhir dunia. Namun bukan langit yang runtuh—melainkan dinding gereja mereka sendiri yang membara, membakar tubuh dan iman dalam satu kobaran.

Jendela dipaku. Pintu dikunci dari luar. Tidak ada jalan keluar.

Ketika api padam, yang tersisa hanyalah abu dan bau gosong—serta pertanyaan besar: Apakah ini bunuh diri massal? Atau pembantaian?

Dari Nubuat ke Neraka

Kelompok ini dipimpin oleh Joseph Kibwetere dan Credonia Mwerinde, tokoh karismatik yang mengaku mendapat wahyu dari Perawan Maria. Mereka mengajarkan bahwa dunia akan kiamat pada awal tahun 2000. Ketika ramalan itu gagal, para pengikut mulai ragu.

Beberapa hari sebelum tragedi, warga sekitar melihat aktivitas mencurigakan: minyak, jeriken, bahan bakar. Setelah gereja terbakar, ditemukan ratusan mayat lain di lokasi terpisah, tewas karena diracun atau dicekik. Jumlah total korban ditaksir mencapai lebih dari 900 jiwa.

Pembantaian atau Fanatisme?

Pihak berwenang awalnya menyebut ini sebagai aksi bunuh diri massal. Namun hasil penyelidikan mengungkap bahwa sebagian besar korban tidak mati karena api—melainkan karena dibunuh lebih dulu.

Beberapa korban ditemukan dengan luka tusuk, lainnya dengan bekas zat kimia di tubuh. Jejak pembunuhan berencana mulai terkuak. Namun para pemimpin sekte menghilang begitu saja. Tak ada satu pun yang ditangkap. Tak ada pengadilan. Hanya keheningan panjang.

Hantu Kanungu Masih Berkeliaran?

Dua dekade berlalu, Kanungu tetap diselimuti aura yang tak bisa dijelaskan. Warga bercerita tentang suara-suara ganjil di malam hari. Burung hantu yang tak pernah berhenti bersiul di sekitar ladang. Orang-orang menyebutnya sebagai "roh-roh penasaran"—mereka yang tewas tanpa sempat memahami mengapa.

Pemerintah Uganda sendiri tidak pernah membangun monumen atau menandai lokasi kejadian. Seolah tragedi ini dikubur bersama korban-korbannya.

Misteri yang Tak Pernah Usai

Apakah para pemimpin sekte benar-benar tewas dalam api? Ataukah mereka melarikan diri, meninggalkan ratusan pengikutnya terbakar hidup-hidup?

Apakah ini bentuk tertinggi dari fanatisme? Ataukah pembantaian paling kejam yang disamarkan sebagai iman?

Kanungu meninggalkan lebih dari sekadar puing. Ia menyisakan lubang gelap dalam sejarah Afrika Timur—lubang yang belum pernah benar-benar ditutup.

Fakta Misterius:

Jumlah korban: Diperkirakan 924 jiwa

Lokasi: Kanungu, Uganda

Motif: Gagalnya ramalan kiamat 2000

Pelaku: Joseph Kibwetere & Credonia Mwerinde (menghilang)

Jejak gaib: Suara-suara aneh, mitos hantu burung hantu

Status lokasi: Kini menjadi ladang teh biasa

Diolah dari Berbagai Sumber:

Vokes, R. (2009). Ghosts of Kanungu. Berghahn Books.

BBC News. (2019). Uganda's End-of-the-World Cult That Killed Hundreds.

Guardian. (2000). Uganda Sect Massacre 'Planned'.

Wikipedia. Movement for the Restoration of the Ten Commandments of God.

New Vision Uganda. (2025). 25 Years After Kanungu Tragedy.

Uganda Radio Network. (2009). Kanungu Cult Had Government Registration.

Human Rights Watch. (2001). Justice in Retreat.

Reddit TIL thread (2023) tentang tragedi Kanungu.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Cerita Misteri Terbaru