Kapitalisasi Pasar Saham Indonesia Capai Rp15,23 Kuadriliun, Dekati Target Roadmap 2023-2027


 Kapitalisasi Pasar Saham Indonesia Capai Rp15,23 Kuadriliun, Dekati Target Roadmap 2023-2027 Inarno Djajadi OJK Kupang NewsJawa Pos

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Nilai kapitalisasi pasar saham Indonesia terus menunjukkan tren positif dengan mencapai Rp15,23 kuadriliun per Kamis (16/10/2025). Angka tersebut setara dengan 68,78 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional, mendekati target yang tercantum dalam Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023-2027 sebesar 70 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam pasar modal domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatatkan kinerja positif dengan level 8.124 per Kamis, naik 14,76 persen secara year-to-date.

Selain itu, OJK telah mengeluarkan 161 pernyataan efektif atas emisi efek dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp189,6 triliun. Di sisi lain, securities crowdfunding sebagai alternatif pendanaan untuk usaha kecil dan menengah (UKM) berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp1,72 triliun dari 912 efek yang diterbitkan.

Dari sisi investor, data Single Investor Identification (SID) menunjukkan terdapat sekitar 19 juta investor pasar modal per Rabu (15/10). Angka ini semakin mendekati target 20 juta investor yang ditetapkan untuk tahun 2027 dalam roadmap OJK.

Inarno menegaskan komitmen OJK untuk terus mengembangkan pasar modal Indonesia agar semakin inklusif, modern, dan berdaya saing secara global. Perlindungan investor dan integritas pasar tetap menjadi prioritas utama dalam pengembangan ini.

Penguatan pasar modal ini juga sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional yang tercantum dalam Asta Cita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, yang fokus pada penguatan ekonomi rakyat dan pemerataan akses keuangan.

“Pasar modal adalah ruang ekonomi bersama, tempat setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat dari kemajuan ekonomi Indonesia,” ujar Inarno Djajadi dikutip Antara.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru